Moeldoko Sebut Bandara Lombok Beroperasi Sebelum Perhelatan MotoGP

Moeldoko Sebut Bandara Lombok Beroperasi Sebelum Perhelatan MotoGP
Moeldoko Kunjungi TMII. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 7 Juni 2021 15:13 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko meninjau proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat Zainuddin Abdul Madjid. Dia mengatakan pengembangan bandara yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini siap beroperasi sebelum perlehatan Super Bike dan MotoGP.

"Kami akan kawal timeline dan target penyelesaiannya," kata Moeldoko, Senin (7/6).

Mantan Panglima TNI ini menyampaikan, peninjauan proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok bukan kali ini saja. KSP telah melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin serta verifikasi lapangan pada Oktober 2020.

Langkah ini pun bukan tanpa sebab. Pasalnya, selain merupakan PSN sesuai dengan Perpres Nomor 109 tahun 2020, proyek tersebut juga dilaksanakan bukan hanya untuk nama baik PT Angkasa Pura I (Persero).

"Tapi untuk nama baik negara. Karena bandara ini merupakan pintu gerbang utama Indonesia dalam menyambut kedatangan wisatawan mancanegara," tegas Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, KSP telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura I dan Kementerian PUPR terkait lahan jalan bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika.

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta mengatakan pengembangan Bandara Internasional Lombok tidak hanya bermanfaat untuk mendukung penyelenggaraan Super Bike dan MotoGP.

"Tetapi juga untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat," imbuh Febry.

Senada dengan Febry, Direktur Utama Angkasa Pura Faik Fahmi mengatakan pengembangan bandara ini dilakukan untuk mendukung penuh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan Super Bike dan MotoGP serta pengembangan pariwisata Lombok dan NTB secara umum.

"Dengan pengembangan ini, nantinya kapasitas terminal Bandara Internasional Lombok akan menjadi dua kali lipat dari yang ada saat ini, dari 3,25 juta penumpang per tahun menjadi 7 juta penumpang per tahun," ujar Faik Fahmi.

Sebagai informasi, proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok ini menelan investasi sekitar Rp1 triliun. Selain memperluas terminal dan fasilitas penunjangnya serta merenovasi terminal eksisting, pengembangan bandara dilakukan pula dengan memperpanjang dan meningkatkan daya dukung landas pacu (runway), memperluas apron sisi barat, mengembangkan fasilitas kargo, serta memperluas area parkir penumpang dan penataan pengunjung bandara (waving gallery).

Runway Bandara Internasional Lombok saat ini sedang dilakukan penambahan panjang dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter serta ditingkatkan daya dukungnya sehingga mampu mendukung operasional pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777 dan pesawat kargo logistik MotoGP. Sedangkan melalui proyek perluasan apron sisi barat akan meningkatkan kapasitas parkir pesawat dari 18 pesawat narrow body dan 4 pesawat wide body saat ini menjadi mampu menampung 18 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body.

"Sementara untuk pengembangan fasilitas kargo, luas pelataran terminal kargo akan diperluas dan dibangun akses jalan menuju jalan bypass yang terpisah dengan akses jalan umum ke terminal penumpang. Hal ini akan mendukung kecepatan pengangkutan kargo dari bandara menuju Sirkuit MotoGP Mandalika dan sebaliknya," jelas Faik Fahmi. (mdk/eko)

Baca juga:
Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga Diaktifkan, Penerbangan Komersial Mulai 3 Juni
Buka Rute ke Bandara Purbalingga, Begini Penjelasan Citilink Soal Harga Tiket
Bandara Jenderal Besar Soedirman Siap Dioperasikan Awal Juni 2021
Usai Larangan Mudik, Bandara Soekarno-Hatta Layani 70.000 Penumpang per Hari
Tingkatkan Jumlah Pengguna, AP I Perpanjang Jam Operasional 11 Bandara
AP I Catat 74.878 Pergerakan Penumpang Saat Larangan Mudik Lebaran 2021

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami