Moeldoko Sebut Tak Ada Tim Mawar dalam Kerusuhan 21-22 Mei

PERISTIWA | 12 Juni 2019 15:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut tak ada keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta. Moeldoko mengatakan Tim Mawar telah dibubarkan sehingga tak ada kaitannya dengan kerusuhan.

"Sebenarnya jangan bicara Tim Mawar lagi, karena Tim Mawar dulu. Mereka-mereka bagian-bagian dari Tim Mawar yang dulu. Hanya dikatakan 'oh tim mawar, tetapi sesungguhnya dalam kerusuhan sekarang ini tidak ada Tim Mawar," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/5).

Kendati begitu, mantan Panglima TNI itu tak mengetahui apakah ada mantan anggota Tim Mawar yang terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei. Moeldoko menunggu hasil penyidikan pihak ke polisian terkait hal tersebut.

"Kalau perorangannya kita enggak tau, nanti polisi yang lebih tahu dari hasil penyidikan," ucap Moeldoko.

Dia pun meminta agar tak ada lagi pihak yang menyebut Tim Mawar dan mengaitkannya dengan kerusuhan. Menurutnya, hal tersebut dapat merancukan situasi saat ini.

"Jangan lagi menyebut tim mawar, nanti merancukan situasi," ujarnya.

Sebelumnya, dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019, mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid diduga terkait dengan aksi kerusuhan tersebut dan disebutkan berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan.

Fauka diketahui adalah mantan Tim Mawar yang disebut terlibat dalam aksi penculikan aktivis pada 1998 lalu. Dia juga adalah mantan anak buah Prabowo Subianto di Kopassus.

Fauka pensiun dini dengan pangkat terakhir letnan kolonel. Setelah itu, dia mendukung perjuangan Prabowo dalam kontestasi pemilu presiden 2014 dan 2019.

Mantan Komandan Tim Mawar Kopassus TNI AD Mayjen Purnawirawan Chairawan pun gerah dengan pemberitaan Majalah Tempo yang mengaitkan Tim Mawar sebagai bagian dari kerusuhan 22 Mei 2019 lalu di Bawaslu, Jakarta Pusat dan sekitarnya.

Dia menyatakan, Tim Mawar sudah bubar. Mantan anggota secara individual pun tidak bisa dinyatakan sebagai perwakilan kelompok.

Dengan bubarnya Tim Mawar, lanjut Chairawan, setiap sikap yang dilakukan mantan anggotanya merupakan keputusan pribadi. Tidak ada lagi kepala yang punya kewenangan dan bertanggung jawab atasnya, termasuk soal pidana hukum.

"Nggak ada lagi. Sudah bubar. Saya bicara silakan dicek. Umur saya 63, mau cari apa lagi. Siapa yang membela saya kalau saya melanggar," jelas Chairawan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tunggu Dewan Pers, Bareskrim Belum Tindaklanjuti Laporan Eks Komandan Tim Mawar
Majalah Tempo Siap Ikuti Proses di Dewan Pers Terkait Laporan eks Komandan Tim Mawar
Usai di Dewan Pers, Eks Komandan Tim Mawar Laporkan Majalah Tempo ke Polisi
Polisi Sulit Temukan Lokasi Penembakan saat Rusuh 21-22 Mei
Jubir BPN: Agak Mustahil Pak Kivlan Ingin Makar, Tapi Kita Uji di Pengadilan
Tunggu Dewan Pers, Bareskrim Belum Tindaklanjuti Laporan Eks Komandan Tim Mawar

(mdk/eko)