Moeldoko: Sepeda dari Daniel Mananta Bukan untuk Jokowi, tapi KSP

Moeldoko: Sepeda dari Daniel Mananta Bukan untuk Jokowi, tapi KSP
PERISTIWA | 28 Oktober 2020 19:33 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kepala Staf Presiden Moeldoko meluruskan kabar terkait 15 sepeda lipat dari presenter Daniel Mananta dan PT Roda Maju Bahagia untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan, sepeda tersebut sebetulnya bukan ditujukan untuk Presiden Jokowi.

"Mas Daniel datang ke KSP menyerahkan sepeda sebanyak 15 unit kepada KSP sekali lagi kepada KSP, enggak ada sama sekali ke Pak Jokowi, Pak Jokowi kaget mohon maaf enggak ngerti urusannya seperti ini sepeda ini untuk kantor kepala staf kepresidenan bukan pak Jokowi," kata Moeldoko dalam wawancara bersama awak media melalui teleconference, Rabu (28/10).

Moeldoko juga mengakui berita sebelumnya terkait sepeda tersebut untuk Jokowi di media adalah kesalahan dari pihak KSP. Sebab itu dia meluruskan hal tersebut.

"Itu kesalahan redaksional, kesalahan pemahaman, makanya saya memutuskan sekarang ini untuk KSP menyampaikan itu," ungkap Moeldoko.

Sebelumnya diketahui Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden (KSP) Yan Adikusuma mengakui adanya sumbangan sepeda lipat yang berasal dari Daniel Mananta dan PT Roda Maju Bahagia. Yan menjelaskan sepeda tersebut akan dilaporkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kemarin, sesuai instruksi Kepala Staf Kepresidenan, Pak Moeldoko, barang-barang tersebut akan kami laporkan ke KPK untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Yan Adikusuma dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Dia menjelaskan sepeda tersebut belum diserahkan kepada pihak Istana. "Semua sepeda yang masih ada di KSP dan segera kami laporkan ke KPK," tegas Yan.

Daniel Mananta menyerahkan sejumlah sepeda untuk perayaan sumpah pemuda melalui KSP. Sesuai UU, penyampaian laporan penerimaan gratifikasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak barang tersebut diterima. Selanjutnya, setelah laporan diterima KPK akan menganalisa dan menetapkan status sumbangan sepeda tersebut.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi mengimbau agar Istana melaporkan penerimaan gratifikasi sepeda lipat jika pemberian itu untuk pribadi Presiden Joko Widodo. KPK dan Istana pun telah berkoordinasi.

"Melalui Direktorat Gratifikasi, kemarin KPK telah berkoordinasi kepada pihak Istana terkait dengan informasi penerimaan sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda kepada Presiden Joko Widodo melalui Kantor Staf Kepresidenan," kata Plt Juru Bicara Pencegahan Ipi Maryati Kuding, Selasa (27/10). (mdk/gil)

Baca juga:
Bertemu Menlu Mike Pompeo, Presiden Jokowi Ingin Amerika Jadi Teman Sejati Indonesia
Jokowi: Kunjungan Menlu AS Saat Pandemi Tunjukkan Arti Pentingnya Kemitraan Strategis
Moeldoko: Sepeda dari Daniel Mananta Bukan untuk Jokowi, tapi KSP
Moeldoko: Sepeda Lipat dari Daniel Mananta akan Diberikan untuk Anak-anak Daerah
PKS Sebut Elektabilitas Ganjar Naik Karena Dapat Ceruk Pemilih Jokowi
Merger Bank Syariah BUMN, Presiden Jokowi Ibaratkan Mau Bangunkan Raksasa Tidur
Jokowi Harap ISEF 2020 Percepat Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami