Moeldoko soal Aturan Tinggi Badan Calon Anggota TNI: Prajurit Disiapkan untuk Perang

Moeldoko soal Aturan Tinggi Badan Calon Anggota TNI: Prajurit Disiapkan untuk Perang
Moeldoko di Solo. Arie Sunaryo
NEWS | 29 September 2022 14:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi keputusan Panglima TNI yang merevisi tinggi badan calon anggota TNI. Menurutnya, TNI disiapkan untuk berperang, bukan baris-berbasis. Maka, persoalan tinggi badan prajurit itu bisa disesuaikan.

"Prajurit TNI disiapkan dibentuk untuk perang bukan untuk baris-berbaris bukan untuk protokol jadi ketinggiannya itu bisa disesuaikan," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Kamis (29/9).

Moeldoko lalu bercerita saat momen dirinya bersama prajurit Prancis. Dia sempat meledek kalau postur tinggi prajurit tersebut pendek.

2 dari 3 halaman

"Teman saya dari Prancis itu pendek, eh kok lu bisa pendek begini jadi prajurit?" ucapnya.

"Hey Moeldoko kamu ngerti gak kalau kita perang, kita harus melewati lorong-lorong kecil orang-orang seperti saya ini lah yang bisa melewati," kata Moeldoko menirukan jawaban prajurit Prancis itu.

Moeldoko menjelaskan, makna dari hal itu adalah bahwa prajurit dibentuk untuk bertempur, bukan sekadar protokoler. Sehingga, persoalan tinggi badan bisa disesuaikan.

3 dari 3 halaman

"Maknanya apa? prajurit itu dibentuk untuk bertempur bukan untuk sekedar protokoler atau baris berbaris sehingga persoalan tinggi badan dan seterusnya itu disesuaikan," terangnya.

"Kalau kita lagi gizinya bagus masyarakat Indonesia udah mulai tinggi-tinggi ya mungkin menyesuaikan, jadi jangan itu menjadi persoalan," ucap Moeldoko.

(mdk/fik)

Baca juga:
Moeldoko soal Lukas Enembe Dilindungi Massa Pendukung: Apa Perlu TNI Dikerahkan?
Hobi Nyanyi Para Jenderal TNI, Ada yang Beraksi di Atas Panggung Seperti Musisi
Mantan Panglima TNI Lulusan Terbaik Ultah Pernikahan ke-37, Pesan buat Istri Disorot
Eks Panglima TNI Kagum sama Desain Masjid Kubah Timah, Sosok Arsiteknya jadi Sorotan
Moeldoko Beri Penghormatan Terakhir usai Jenazah Prof Azyumardi Azra Disalatkan
Moeldoko: Sipil-Militer Tak Perlu Didebat Lagi, Harus Saling Menghormati
Moeldoko Balas AHY: Enggak Perlu Bandingkan Infrastruktur SBY & Jokowi, Ada Datanya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini