Moeldoko soal Kasus Novel Jelang Deadline: Tanya Kapolri, Jangan Saya

PERISTIWA | 10 Oktober 2019 15:33 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendekati deadline. Namun belum ada titik terang atas kasus tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun meminta kepada publik agar menagih pengungkapan kasus tersebut kepada pihak kepolisian terkait hal tersebut.

"Tanya Kapolri, jangan saya," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Sebelumnya diketahui pada 19 Juli 2019, Presiden Joko Widodo memberikan waktu 3 bulan kepada Polri untuk menuntaskan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Dia menegaskan agar tim lanjutan atas hasil investigasi yang ditugaskan selama 6 bulan diminta dipercepat yaitu selama 3 bulan.

"Saya beri waktu 3 bulan. Akan saya lihat nanti hasilnya. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti?," kata Jokowi usai melepas melepas kontingen gerakan pramuka Indonesia menuju Jambore Pramuka Dunia XXIV di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (19/7).

Dia menjelaskan kasus Novel Baswedan yang sudah berjalan selama dua tahun tersebut bukanlah hal yang mudah. Dan dibutuhkan penyelidikan yang khusus. Kemudian dia juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Pencari Fakta (TPF) sudah menyampaikan hasil. Dari hasil tersebut menurut Jokowi perlu ditindak lanjuti oleh tim teknis.

"Oleh sebab itu, kalau Kapolri sampaikan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin diselesaikan," ungkap Jokowi.

Baca juga:
Foto Dengan Anies Baswedan Jadi Isu Liar, Novel Beri Penjelasan
Novel Baswedan, Fitnah dan Serangan Bertubi-tubi yang Dialami
Beredar Foto Novel-Anies Baswedan Disebut Barter Kasus Korupsi, Ini Kata KPK
Novel Baswedan, Penyidik Tangguh yang Terancam Jadi 'Korban' UU KPK Baru
Sepak Terjang Novel Baswedan di KPK, Gilas Kasus Kakap Seret Petinggi Negeri
UU KPK Baru Penyidik Wajib Sehat Jasmani Buat Singkirkan Novel Baswedan

(mdk/ded)