Mohammad Nuh Terpilih Sebagai Ketua Dewan Pers ASEAN Pertama

PERISTIWA | 6 Desember 2019 07:27 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Mohammad Nuh, Ketua Dewan Pers Indonesia, terpilih sebagai Ketua South Asian Press Council Network (SEAPC-Net) dalam pertemuan pertama majelis umum lembaga baru ini di Bali, kemarin.

Sementara Wakil Ketua SEAPC-Netdijabat oleh U Ohn Kyaing dari Myanmar dan Sekretaris Jenderal oleh Asep Setiawan (Indonesia). Jajaran direktur SEAPC-Net yang akan menjabat selama dua tahun ini terdiri dari Agus Sudibyo (Indonesia), Kyaw Swa Min (Myanmar), Chavarong Limpattampanee (Thailand), dan Virgilio da Silva Guteres (Timor Leste).

Pengurus pertama SEAPC-Net terpilih, setelah wakil dari Dewan Pers Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Timor Leste menyetujui Anggaran Dasar SEAPC-Net, yang bertujuan memajukan profesionalisme jurnalis di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, SEAPC-Net juga mendorong lembaga-lembaga serupa untuk bergabung untuk mengembangkan pers di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Setelah terpilih sebagai Ketua, Mohammad Nuh menyampaikan terima kasih kepada semua anggota delegasi Dewan Pers empat negara yang hadir dalam pertemuan tersebut. M Nuh berharap hasil pertemuan ini akan mendorong kolaborasi untuk mengembangkan pers di kawasan ASEAN. Demikian keterangan resminya pada Merdeka.com, kemarin.

Chavarong Limpattampanee, direktur SEAPC-Net dari Thailand, mengatakan ini merupakan peristiwa bersejarah karena untuk pertama kali Dewan Pers di kawasan memiliki jaringan yang terorganisasi. Kepemimpinan SEAPC-Net ini berdasarkan rotasi, sehingga pada pertemuan tahun 2021 diusulkan untuk dipimpin Myanmar. Dewan Pers Thailand berkomitmen untuk bekerja sama dalam berbagai aktivitas SEAPEC-Net.

Wakil Ketua SEAPC-Net U Ohn Kyaing berterima kasih dan menyambut Dewan Pers Indonesia, karena bersedia menjadi tuan rumah pertama pertemuan SEAPC-Net. Dia yakin bahwa SEAPC-Net akan memajukan kemerdekaan pers di Asia Tenggara.

SEAPC-Net didirikan setelah serangkaian pertemuan empat Dewan Pers di kawasan Asia Tenggara; Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Timor Leste dalam beberapa tahun terakhir. Dalam Deklarasi Dili 2017, empat Dewan Pers mengakui peran Dewan Pers di setiap negara dan lembaga serupa di beberapa bidang, seperti media sustainability, problem of defamation law, rights to information law and disinformation.

Kemudian perwakilan Dewan Pers empat negara itu setuju membentuk komite kerja untuk menyusun rancangan Anggaran Dasar Network, yang kemudian disebut SEAPC-Net. Dalam deklarasi di Bangkok pada 24 September lalu, wakil empat Dewan Pers di Asia Tenggara menyepakati dibentuknya Jaringan Dewan Pers Asia Tenggara. Disepakati pula bahwa Anggaran Dasar akan disetujui di Bali, di sela-sela pertemuan Bali Civil Society and Media Forum pada 5-6 Desember ini. (mdk/sya)

Baca juga:
Gugatan Mentan ke Tempo Bisa Jadi Preseden Buruk Kebebasan Pers Era Jokowi
Jawaban Majalah Tempo Sampul Gambar Jokowi Dilaporkan ke Dewan Pers
Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP Dinilai Tumpang Tindih dengan UU Pers
Relawan Jokowi Mania Laporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers
Dewan Pers Usul Pemerintah Bentuk Lembaga Pusat Informasi Papua
Cegah Hoaks, Dewan Pers Minta Pemerintah Buka Akses Internet di Papua

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.