Momen Jokowi Dicolek dan Jadi Sorotan Pemimpin Dunia saat KTT G7

Momen Jokowi Dicolek dan Jadi Sorotan Pemimpin Dunia saat KTT G7
Momen akrab Jokowi dan Joe Biden di KTT G7. ©JOHN MACDOUGALL/AFP
NEWS | 28 Juni 2022 14:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Elmau, Jerman sejak, Senin (27/6). Hal ini dalam rangka pertemuan bilateral di Sela KTT G7.

Dalam pertemuan itu, viral Presiden Jokowi menjadi sorotan para pemimpin dunia yang hadir dalam KTT G7 itu.

Saat hendak sesi foto, Jokowi tampak dicolek dan diajak jabat tangan oleh Perdana Menteri Jepang, Fumio Khisida. Keduanya saling sapa dan berbincang akrab.

jokowi di ktt g7
©Istimewa
2 dari 3 halaman

Kemudian, Jokowi juga diajak bicara dengan Presiden Amerika, Joe Biden. Joe mengajak Jokowi jabat tangan. Keduanya kemudian saling berangkulan satu sama lain.

Seperti diketahui, dalam lawatannya tersebut, Presiden Jokowi mengajak negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri KTT G7 sesi working lunch bertopik perubahan iklim, energi, dan kesehatan, di Elmau, Jerman, Senin, (27/6).

"Terutama peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium," ucap Jokowi.

3 dari 3 halaman

Menurut Jokowi, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat besar. Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

"Indonesia membutuhkan setidaknya 25-30 miliar USD untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru," tuturnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya, risiko perubahan iklim sangat nyata, terlebih apalagi Indonesia adalah negara kepulauan 17.000 pulau. Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, namun membuat petani dan nelayan dalam kesulitan.

"Dukungan semua negara G7 di Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih," pungkas Jokowi.

(mdk/rnd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini