Motif Pembunuhan Bangkit Maknutu Terungkap, Pelaku Kesal Merasa Ditipu Korban

PERISTIWA » MALANG | 18 Oktober 2019 17:41 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Motif penculikan disertai pembunuhan Bangkit Maknutu Dunirat, warga Malang yang ditemukan tewas di Kota Batu, terungkap. Insiden itu diketahui dipicu kekesalan sang mantan pacar yang merasa ditipu oleh korban.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui pernah berpacaran dengan Rulin Rahayu Ningsih, salah satu dari 4 terduga pelaku yang telah tertangkap. Dia dan korban dikabarkan pernah menjalin hubungan asmara sejak tahun 2015 hingga tahun 2017.

Selama masa pacaran itu, korban dan terduga pelaku pernah melakukan transaksi jual beli mobil atas nama Rulin. Namun seiring waktu berjalan, tersangka sering didatangi debt collector karena masalah tunggakan pembayaran yang belum terselesaikan.

Sekitar September 2017, Rulin dan Bambang (suami Rulin) mendatangi rumah korban di Sumenep untuk menyelesaikan masalah cicilan mobil. Bukannya mendapat solusi yang baik, mereka malah diusir oleh korban.

Tiga bulan kemudian atau tepatnya Desember 2017, Rulin dan Bambang menikah. Meski sudah berpisah dengan korban, namun Bambang masih mengetahui bahwa istrinya masih membayar tagihan-tagihan pembelian mobil oleh korban. Hal ini lah yang membuat Bambang emosi.

"Benar, ada persoalan antara korban dan salah satu tersangka," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (18/10).

Masalah itu pun kemudian berujung penculikan dan pembunuhan. 4 Dari 6 pelaku yang diduga melakukan pembunuhan itu akhirnya tertangkap oleh polisi. Polisi telah mengidentifikasi pelaku pembunuhan terhadap Bangkit, yang sebelumnya dilaporkan oleh istrinya Mei Nuriawati, telah diculik oleh beberapa orang saat berada di Surabaya.

"Sudah ditangkap 4 orang, yang dua orang lainnya masih DPO (daftar pencarian orang)," ujarnya, Jumat (18/10).

Dia menambahkan, keempat orang yang ditangkap itu antara lain bernama, Bambang Irawan, Rulin Rahayu Ningsih, Kresna Bayu Firmansyah, M. Rizaldy Firmansyah. Sedangkan dua orang yang dinyatakan DPO adalah Mohammad Imron Rusyadi dan Alank Resky Pradana. Untuk nama Rulin sendiri, diketahui pernah menjalin asmara dengan korban selama periode 2015 hingga 2017 lalu.

"Para pelaku itu lah yang diketahui datang ke kantor dealer UMC (Suzuki United Motor Centre, Jl. A. Yani, Surabaya dengan memaksa korban untuk masuk ke dalam kendaraan mobil Suzuki Ertiga warna Silver No. Pol. W 1805 VB," tambahnya.

Saat di dalam mobil itu, para tersangka mengikat tangan dan menyumpal mulut serta menganiaya dengan tangan kosong maupun dengan sajam pisau. Selanjutnya sampai di jembatan Cangar, Batu, korban dibenturkan ke tiang besi penghalang kemudian ditendang dan jatuh ke dalam sungai sehingga korban meninggal dunia.

Mayat Bangkit ditemukan warga di dalam Sungai Watu Ondo, bawah Jembatan Cangar I, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sekitar pukul 10.30 Wib, Rabu (16/10).

Saat ditemukan, Bangkit masih menggunakan baju lengan pendek kotak-kotak berwarna coklat strip biru dan kaos t-shirt warna hitam dengan tulisan 'AHHA' putih bagian depan. Dia juga mengenakan celana kain warna hitam. Pakaian itu diingat betul oleh Mei.

Pada tubuh Bangkit terdapat luka pada bagian dahi kiri diduga luka tusuk senjata tajam. Selain itu, kedua matanya hancur dan wajah penuh memar. Dua tangannya terikat tali warna biru ke depan.

Bangkit sebelumnya dilaporkan Mei Nuriawati, istrinya telah diculik oleh sekelompok orang pada 15 Oktober lalu ke Polrestabes Surabaya.

Baca juga:
4 dari 6 Penculik Bangkit Maknutu Ditangkap, Salah Satunya Mantan Pacar
Suami Nekat Tusuk Istri karena Cemburu Korban Menikah Lagi
Terlibat Cekcok, Ilham Tewas Ditikam Fauzi
Polisi Masih Dalami Motif Penculikan Disertai Pembunuhan Bangkit Maknutu

(mdk/ray)