Muhammadiyah ajak pemerintah jihad lawan mafia

PERISTIWA | 30 Desember 2015 12:03 Reporter : Dede Rosyadi

Merdeka.com - Istilah mafia tidak asing lagi di telinga, bahkan semakin santer terdengar. Istilah mafia digunakan merujuk pada aksi 'premanisme' yang dilakukan pejabat pemerintah, politisi hingga pengusaha.

Sebut saja mafia pajak, mafia anggaran, mafia hukum, mafia migas, dan lainnya. Maraknya aksi para mafia membuat Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir geram. Dia mengajak pemerintah berjihad melawan mafia demi kesejahteraan rakyat.

"Pemerintah harus berani lawan mafia anggaran, mafia ekonomi, mafia saham dan lain-lain. Karena adanya mafia membuat masyarakat tidak bisa menikmati 'kue' (hasil kekayaan alam) di negeri ini," kata Haedar pada saat jumpa pers refleksi akhir tahun 2015 PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/12).

Haedar mengingatkan pemerintah mengamankan sektor-sektor vital sumber daya alam dari aksi mafia. Sebab, sektor vital penting untuk pemasukan negara agar masyarakat bisa menikmati hasil pengelolaan kekayaan alam.

"Pemerintah harus berani mengambil alih penguasaan aset negara yang dikuasai segelintir orang. Kue (hasil kekayaan negeri) tidak dinikmati rakyat, hanya yang berkuasa saja. Ada mafia dan macam-macam," tegasnya.

Selain harus berani melawan mafia, pemerintah juga harus punya terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Pemerintah harus punya rancangan kebijakan, terobosan baru, bukan hanya pendekatan seperti pembagian beras miskin (raskin). Tapi betul-betul mengadvokasi kesejahteraan rakyat, semisal soal ekonomi, sosial," paparnya. (mdk/noe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.