Muhammadiyah Ajak Warga Tidak Mudik, Pemerintah Juga Diminta Tegas

Muhammadiyah Ajak Warga Tidak Mudik, Pemerintah Juga Diminta Tegas
PERISTIWA | 6 April 2020 05:06 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir angkat bicara mengenai kegiatan mudik di tengah pandemi virus Corona. Haedar menilai dalam kondisi normal, mudik menjadi tradisi bangsa Indonesia yang sangat positif.

Haedar menilai lewat mudik dijalin silaturahim, merekat kekeluargaan dan kekerabatan serta merawat hubungan sosial dengan lingkungan setempat. Meskipun demikian, Haedar mengingatkan saat ini masyarakat Indonesia dalam suasana musibah besar yakni wabah Covid-19.

Haedar meminta tradisi mudik dipertimbangkan untuk tidak dilakukan. Jika saat ini banyak kegiatan agama dibatasi, semestinya kegiatan sosial pun dapat dihentikan sementara.

"Kegiatan-kegiatan keagamaan saja dibatasi sedemikian rupa sesuai dengan hukum syariat, maka mudik tentu saja sebagai kegiatan sosial dapat dihentikan atau tidak dilaksanakan," jelas Haedar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/4).

Haedar menerangkan dalam suasana seperti ini kedepankan prinsip dalam agama 'La Dharara wa Laa Dhirara'. Artinya, jangan melakukan sesuatu yang menimbulkan kemudharatan atau kerugian diri sendiri dan keluarga, juga menimbulkan kerugian dan kemudharatan bagi orang banyak.

"Maka saatnya kita sekarang ini mencoba untuk mengerem semua kegiatan termasuk mudik. Mudik bisa diganti di waktu lain di saat kita sudah keluar dari musibah ini. Insya Allah akan ada manfaatnya," tutur Haedar.

Pemerintah juga diharapkan tegas melarang mudik. Ketika organisasi-organisasi keagamaan mengeluarkan fatwa bahkan ada yang mengharamkan mudik di saat seperti ini, maka selayaknya pemerintah juga melakukan kebijakan yang sejalan.

"Jangan sampai pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan hal-hal lain, lalu transportasi dan kebijakan transportasi tidak sejalan dengan imbauan mudik pada tahun ini. Kita semuanya ingin keluar dari musibah yang besar ini dan kita berharap, dan bermunajat agar bangsa Indonesia dan warga dunia juga segera berakhir dari wabah Covid-19 ini," tegas Haedar.

Haedar mengajak semua masyarakat untuk terus berikhtiar termasuk tidak perlu mudik untuk tahun ini serta kegiatan-kegiatan sosial lain yang dapat memperluas menularnya wabah Covid-19.

"Semoga Allah menghindarkan kita dari wabah ini," tutup Haedar. (mdk/noe)

Baca juga:
Cegah Penularan Corona, Pemudik dengan Motor Diimbau Tak Bawa Penumpang
Kemenhub Perkirakan 56 Persen Warga Jabodetabek Memilih Tak Mudik
Putus Mata Rantai Covid-19, Polri Larang Anggota Mudik Lebaran
KAI Perpanjang Pengembalian Uang Tiket Utuh dengan Waktu Berangkat Hingga 4 Juni
Gubernur Sumsel Persilakan Warganya Mudik Asal Harus Karantina di ODP Center
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Tak Ada Larangan Keras Mudik, Konsekuensi Ada di Daerah
Polisi Dilarang Mudik Mudik Lebaran Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami