Muhammadiyah Ingatkan Tak Mudik saat Pandemi Bentuk Empati ke Tenaga Medis

Muhammadiyah Ingatkan Tak Mudik saat Pandemi Bentuk Empati ke Tenaga Medis
Ucapan Tenaga Kesehatan di RSDC Wisma Atlet. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 13 April 2021 15:35 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta warga mendukung aturan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah. Ia menilai, dengan begitu merupakan bentuk empati terhadap tenaga medis yang mesih berjuang merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di rumah sakit.

"Kita harus berempati kepada tenaga-tenaga kesehatan yang masih berjuang di rumah sakit dan para relawan dalam menghadapi Covid-19 ini," ujar Haedar Nashir, Seperti dikutip Antara, Selasa (13/4).

Haedar mengatakan bahwa tidak mudik dalam masa pandemi Covid-19 ini adalah bentuk perwujudan dari sikap tanggung jawab sosial, tanggung jawab moral, dan kesalehan diri dalam memahami agama.

Menurutnya, masyarakat harus saling menjaga dan saling peduli terhadap satu sama lain. Mudik dikhawatirkan dapat membuat angka kasus semakin tinggi, sebab masyarakat bisa saja tertular maupun menularkan.

"Karena belum memungkinkan dan sesuai dengan kebijakan pemerintah, sebaiknya warga bangsa tidak perlu mudik di tahun ini, apalagi bila mudik itu kemudian kita menjadi tidak disiplin dan menambah rantai penularan Covid-19," kata dia.

Ia meminta masyarakat untuk lebih bersabar dan tak saling membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Dengan mematuhi segala upaya penanganan Covid-19, Haedar yakin Covid-19 akan segera teratasi dan mengakhiri semuanya.

"Karena itu, tidak perlu mudik dan jangan sampai kita merasa berat mudik yang justru nanti kita kalau mudik kemudian menambah rantai penularan," kata dia.

Di sisi lain, selain didorong untuk terus memanjatkan berdoa kepada Sang Pencipta agar pandemi segera berakhir, menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti semua anjuran menjadi sebuah ikhtiar.

"Itu semuanya merupakan wujud dari ikhtiar kita yang harus optimal disertai dengan kesadaran antar warga bangsa kita. Kita selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir, tetapi ikhtiar tetap kita lakukan secara kolektif dan penuh pertanggungjawaban," kata dia. (mdk/rhm)

Baca juga:
Antisipasi Mudik Lebaran 2021, Begini Skenario Ganjar Pranowo
Presiden Jokowi Teken Aturan Cuti Bersama Dua Hari untuk PNS di 2021
Ernest Prakasa Tanggapi Larangan Mudik Lebaran, Sampaikan Ini
Wagub DKI Sebut SIKM Saat Larangan Mudik Tak Bisa Dipalsukan
Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, PWNU Jatim Nyatakan Sikap Ini
Polri Perbanyak Titik Penyekatan Agar Masyarakat Tak Lolos Mudik

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami