MUI dan Sejumlah Ulama di Bekasi Tolak People Power

PERISTIWA | 18 Mei 2019 00:31 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi segera menerbitkan maklumat menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei. Maklumat tersebut untuk menyikapi adanya isu people power yang digaungkan di berbagai media sosial.

"Maklumat nanti akan disebar ke seluruh wilayah melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, sampai pimpinan pondok pesantren," kata Sekretaris Umum MUI Kota Bekasi KH Sukandar Gozali di halaman Masjid Al Barkah Bekasi, Jumat (17/5).

Menurut dia, kalimat di dalam maklumat tersebut sedang disusun. Namun poin pentingnya, kata dia, menjaga persatuan dan kesatuan menjalin ukhuwah islamiyah, basyariah (persaudaraan), wathoniyah (kebangsaan), lalu mengedepankan etika, tata krama yang berakhlakul karimah dengan menghormati, menghargai perbedaan pendapat itu.

"Ini menjadi tugas dan fungsi kami, memberikan nuansa atau suasana yang kondusif," kata dia.

Ia menambahkan, dalam pertemuan dengan ulama di Kota Bekasi tadi pagi di Masjid Al Barkah, disepakati penolakan terhadap aksi people power. Mengimbau masyarakat Kota Bekasi tak ikut-ikutan melakukan aksi people power yang diisukan akan digelar di Jakarta. Sebab, menurut dia, aksi tersebut merupakan tindakan kurang tepat, karena sudah ada lembaga yang menangani hasil Pemilu.

"Jangan sampai judulnya demo menyampaikan pendapat tapi praktiknya keluar dari judul tadi, tindakan makar," kata dia.

Baca juga:
Jaksa Agung Tanggapi Pengakuan Pengancam Jokowi: Makanya Hati-Hati Bicara
Jaksa Agung: Tidak Semua Makar Gunakan Senjata
MUI Lebak dan Pandeglang Tolak People Power
MUI Garut Sebut People Power Hukumnya Haram
Hampir 16 Jam Diperiksa, Kivlan Zen Dicecar 51 Pertanyaan Soal People Power
Pengakuan Kivlan Zen Soal Pertemuan di Rumah Juang

(mdk/cob)