MUI Ingin Nabi Palsu Sensen Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

PERISTIWA | 21 Juni 2019 20:47 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir meminta agar pemerintah daerah membawa Sensen Komara, pria yang mengaku Rasul Allah itu ke rumah sakit jiwa. Hal tersebut menurutnya harus dilakukan agar pengikut setianya tidak ada lagi.

"Itu kan berdasarkan hasil keputusan pengadilan, Sensen sudah mengidap penyakit jiwa. Ini harus dibawa ke rumah sakit jiwa biar tidak ada pengikutnya. Namun selain itu juga Kepolisian juga harus bertindak tegas ke semua pengikut Sensen biar tak menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya, Jumat (21/6).

Menurutnya, persoalan ajaran Sensen tidak bisa dianggap main-main, sehingga harus ada langkah cepat agar tidak menyebar ke warga lain. Saat ini, pengikut Sensen sudah sangat memprihatinkan, karena mengakui kerasulan Sensen.

"Masalah ini jangan dibiarkan begitu saja, karena ujungnya malah menimbulkan keresahan di masyarakat. Segera proses Sensen sebagaimana seharusnya agar masyarakat tenang," ungkapnya.

Sementara itu, pengikut Sensen yang saat ini menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama, Hamdani diperiksa kejiwaannya oleh tim dari Polda Jabar. Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut bahwa hasil dari pemeriksaan Hamdani tidak mengalami gangguan jiwa.

"Ia menyadari perbuatan yang dilakukannya dan bisa berkomunikasi dengan baik, setelah diperiksa kejiwaan oleh tim psikologi Polda Jabar. Hasil pemeriksaan normal. Pemeriksaan ini sengaja kita lakukan untuk proses penyidikan," jelasnya.

Selain itu, lanjut Maradona, Hamdani dalam pemeriksaan sempat mengaku bahwa apa yang dilakukannya berupa membuat selebaran untuk mencari sensasi saja. Oleh karena itu, pihaknya berpegang pada hasil interogasi penyidik kepada Hamdani untuk proses selanjutnya.

"Dia masih bisa menjawab seperti biasa. Pelaku ini tidak alami gangguan jiwa, lebih tepatnya itu menyimpang. Jawaban Hamdani itu mulai tak beraturan kalau ditanya terkait keyakinan dan ideologinya, jika ditanya hal lain dia bisa menjawab dengan normal. Kita terus periksa dia soal dugaan makarnya. Kita terus kembangkan," pungkasannya.

Baca juga:
Polisi Tangkap Aktor di Balik Tersebarnya Ajaran Sesat Nabi Sensen di Garut
Polisi Buru Penyebar Surat Pengakuan Sensen Presiden Pusat RI dan Rasul Allah
Pengikut Sebar Surat Sensen Komara Presiden Pusat Republik Indonesia dan Rasul Allah
Fakta-Fakta Sosok Winardi, Orang yang Mengaku Imam Mahdi
Pengakuan Winardi yang Mengklaim Sebagai Imam Mahdi di Depok
Heboh Undangan Buka Puasa di Depok Dihadiri Imam Mahdi

(mdk/cob)