MUI Keluarkan Fatwa Tata Cara Salat Bagi Tenaga Medis yang Tangani Corona

MUI Keluarkan Fatwa Tata Cara Salat Bagi Tenaga Medis yang Tangani Corona
PERISTIWA | 26 Maret 2020 20:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pedoman Kaifiat Salat Bagi Tenaga Kesehatan Yang Memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat dan menangani Pasien Covid-19.

Dalam fatwa itu dijelaskan, tenaga kesehatan muslim yang bertugas merawat pasien Covid-19 dengan memakai APD tetap wajib melaksanakan salat fardhu dengan berbagai kondisinya.

"Dalam kondisi ketika jam kerjanya sudah selesai atau sebelum mulai kerja ia masih mendapati waktu salat, maka wajib melaksanakan salat fardhu sebagaimana mestinya," kata Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).

Asrorun melanjutkan, dalam kondisi ia bertugas mulai sebelum masuk waktu zuhur atau maghrib dan berakhir masih berada di waktu salat ashar atau isya maka ia boleh melaksanakan shalat dengan jama’ ta’khir.

"Dalam kondisi ia bertugas mulai saat waktu zuhur atau maghrib dan diperkirakan tidak dapat melaksanakan salat ashar atau isya maka ia boleh melaksanakan salat dengan jama’ taqdim," paparnya.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, jika ketika dalam kondisi ketika jam kerjanya berada dalam rentang waktu dua salat yang bisa dijamak, yakni zuhur dan ashar serta maghrib dan isya, maka ia boleh melaksanakan salat dengan jama.

"Dalam kondisi ketika jam kerjanya berada dalam rentang waktu salat dan ia memiliki wudhu maka ia boleh melaksanakan salat dalam waktu yang ditentukan meski dengan tetap memakai APD yang ada," paparnya.

Dalam fatwa itu juga, Asrorun menegaskan, jika dalam bertugas kondisi sulit berwudhu, maka ia diperbolehkan bertayamum kemudian melaksanakan salat."Dalam kondisi hadas dan tidak mungkin bersuci (wudhu atau tayamum) maka ia melaksanakan salat boleh dalam kondisi tidak suci dan tidak perlu mengulangi (iadah)," tetangganya.

Sementara jika dalam kondisi APD yang dipakai terkena najis, dan tidak memungkinkan untuk dilepas atau disucikan maka ia melaksanakan salat boleh dalam kondisi tidak suci dan mengulangi salat atau ibadah usai bertugas.Dia juga menegaskan bahwa penanggung jawab bidang kesehatan wajib mengatur shift bagi tenaga kesehatan muslim yang bertugas dengan mempertimbangkan waktu salat agar dapat menjalankan kewajiban ibadah dan menjaga keselamatan diri.

"Tenaga kesehatan menjadikan fatwa ini sebagai pedoman untuk melaksanakan shalat dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan diri," tandasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
MUI Gelar Rapat Fatwa Ibadah Tenaga Medis dan Pengurusan Jenazah Terpapar Corona
Wapres Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Soal Jenazah Pasien Covid-19
MUI Kabupaten Bekasi: Salat Jumat Tetap di Masjid, Khutbah Dipersingkat
Hukum Meninggalkan Salat Jumat di Tengah Wabah Virus Corona, Begini Penjelasannya
MUI Keluarkan Fatwa Ibadah Saat Wabah, Gatot Nurmantyo Gaungkan Salat Berjamaah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami