MUI Tak Permasalahkan Menag Anjurkan Khotib Doa Pakai Bahasa Indonesia

PERISTIWA | 1 November 2019 16:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Agama Fachrul Razi mendorong khotib dan imam masjid menyisipkan doa dalam bahasa Indonesia saat memberikan ceramah. Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan, hal ini tidak masalah dan sah-sah saja.

"Saya rasa baik-baik saja. Sah-sah saja, elok saja," kata Anwar di kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Dia menuturkan, berdoa itu baik dalam bahasa apa saja. Dan tidak ada yang melarang.

"Dalam bahasa China, juga boleh baca doa kan. Cuma kan beliau bilang begini, sepanjang pengetahuan saya ya, kita kan sering membaca doa dalam bahasa Arab, supaya yang mendengar itu tahu apa yang dibaca, doa apa yang diminta kepada Allah, tolong buat juga bahasa Indonesianya, kan enggak masalah itu. Apa masalahnya di situ?" ujar Anwar.

Sebelumnya, alasan Menteri Agama itu, karena tidak semua masyarakat atau jemaah memahami bahasa Arab. Jika disisipi bahasa Indonesia, doa lebih dapat dimengerti jemaah.

Adapun, penyampaian doa dalam bahasa Indonesia diharapkan dapat membuat jemaah lebih mengerti.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Menag Anjurkan Khotib Ucapkan Sebagian Doa dalam Bahasa Indonesia
Mendagri Tanggapi Imbauan Menag Soal Cadar: ASN Sudah Ada Tata Cara Berpakaian
Menag Fachrul Razi Nilai Cadar Bukan Ukuran Ketakwaan
Menag Harap Kampus Islam Terbesar se-Indonesia di Depok Segera Rampung
Menag Fachrul Razi Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Istiqlal
Khotbah di Istiqlal, Menag Fachrul Razi Singgung Soal Toleransi dan Persatuan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.