Mulai Besok, Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan Hanya Melayani Vaksinasi Dosis Kedua

Mulai Besok, Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan Hanya Melayani Vaksinasi Dosis Kedua
vaksinasi COVID-19. ©2021 Merdeka.com/ unsplash.com
NEWS | 2 Agustus 2021 20:51 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Program vaksinasi Covid-19 gratis bagi penumpang kereta api (KA) jarak jauh di Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan hanya melayani peserta dosis kedua. Seperti diketahui, program vaksinasi gratis di kedua stasiun tersebut telah dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021.

"Mulai tanggal 3 Juli program vaksinasi Covid-19 gratis hanya untuk peserta dosis kedua," ujar Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto, Senin (2/8).

Supriyanto menyampaikan, total jumlah peserta vaksinasi Covid-19 gratis di stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan hingga tanggal 2 Agustus 2021 sebanyak 3.347 orang. Dengan rincian stasiun di Yogyakarta sebanyak 1.750 dan stasiun Solo Balapan sebanyak 1.597.

"Program vaksinasi gratis di stasiun ini merupakan upaya KAI untuk mendukung program pemerintah untuk percepatan vaksinasi masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan, mulai besok program vaksinasi Covid-19 gratis di kedua stasiun diperuntukan bagi calon penumpang KA yang sebelumnya telah melaksanakan vaksinasi pertama di stasiun. Untuk mengetahui kapan waktu pelaksaan vaksin keduanya, lanjut dia, penumpang KA akan mendapatkan notifikasi melalui SMS dari aplikasi Peduli Lindungi.

"Setelah mendapatkan SMS jadwal pelaksanaan vaksin dosis kedua, calon penumpang harus melakukan konfirmasi ke nomer telepon yang tersedia saat vaksin pertama. Ini untuk mendaftarkan antrian waktu pelaksanaan baksin dosis keduanya," jelas dia.

Supriyanto menghimbau para calon pelanggan KA yang akan melakukan vaksinasi Covid-19 di stasiun agar merencanakan dengan baik. Baik waktu antara vaksinasi, rapid test antigen, dan jadwal keberangkatan KA-nya untuk menghindari keterlambatan naik Kereta Api.

"Kuota yang disediakan di masing-masing stasiun pun terbatas setiap harinya. PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf apabila belum bisa memenuhi semua permintaan masyarakat terkait vaksinasi covid-19 gratis," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bagi pelanggan dengan kepentingan khusus yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis tetap dapat menggunakan Kereta Api Jarak Jauh. Namun dengan syarat menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku.

Pelanggan KA yang akan melakukan perjalanan dengan kereta api harus memenuhi persayaratan. Yakni wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut," jelasnya lagi.

Untuk pelanggan di bawah 18 tahun, dikatakannya, tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Kemudian untuk pelanggan di bawah 5 tahun tidak diharuskan menujukkan hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen. Sedangkan pelanggan di bawah 12 tahun dibatasi perjalanannya.

Untuk pelanggan KA Lokal dan aglomerasi wajib menunjukkan surat tanda registrasi pekerja atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

"Dan hanya bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor," katanya.

"Sedangkan, sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar," tutup dia. (mdk/lia)

Baca juga:
Pemerintah Percepat Vaksinasi di Daerah Alami Kasus & Kematian Covid-19 Paling Tinggi
Pemerintah Target 70 Juta Rakyat Indonesia Divaksinasi Bulan ini
Vaksinasi Covid-19 di DKI, 30 Persen Diterima Warga Luar Jakarta
Percepat Herd Immunity, Pemerintah Apresiasi Keaktifan Vaksinasi Covid-19 Hippindo
225 Ribu Vaksin Sinoparhm Disalurkan ke Enam Daerah
Tanggapan Kemenkes Soal 20 Persen Warga Tolak Vaksinasi Covid-19
500 Anak Usia 12-17 Tahun di Solo akan Vaksinasi Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami