Mulai Oktober 2021, PeduliLindungi Bisa Diakses dan Terintegrasi Aplikasi Lain

Mulai Oktober 2021, PeduliLindungi Bisa Diakses dan Terintegrasi Aplikasi Lain
Pengunjung scan barcode saat memasuki mal. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 26 September 2021 15:35 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengintegrasi PeduliLindungi dengan aplikasi lain mulai Oktober 2021. Langkah ini menjawab kesulitan masyarakat mengunduh PeduliLindungi karena memori ponsel penuh.

"Ini akan launching di bulan Oktober. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang," kata Chief Digital Transformation Office Kemenkes, Setiaji melalui keterangan tertulis yang dikutip merdeka.com, Minggu (26/9).

Saat ini Kemenkes sudah berkoordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, termasuk aplikasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni Jakarta Kini atau Jaki. Setelah terintegrasi dengan aplikasi tersebut, masyarakat tidak perlu lagi mengunduh PeduliLindungi.

"Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi," ujarnya.

Setiaji melanjutkan, bagi orang yang tidak memiliki ponsel namun akan melakukan perjalanan udara maupun darat cukup menunjukkan hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksin. Melalui hasil tes PCR atau antigen dan sertifikat vaksin, petugas dapat melacak kategori masyarakat terkait Covid-19.

"Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen)," ucapnya.

Sementara itu, masyarakat tetap bisa mengakses tempat publik yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Caranya dengan memasukkan NIK sehingga muncul statusnya kelayakan untuk mengakses tempat publik. .

"Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri," tutup Setiaji. (mdk/noe)

Baca juga:
Mendag Lutfi Tinjau Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Pusat Perbelanjaan Bali
Keamanan Data Jadi Fokus Utama Jika PeduliLindungi Jadi Alat Pembayaran
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Super Apps, Baru Sebatas Aspirasi Menko Luhut
Kemendikbudristek Uji Coba PeduliLindungi buat Mendata Kasus Covid-19 di Sekolah
Aplikasi PeduliLindungi Masih Berisiko Dijadikan Sistem Pembayaran
Terkendala Peduli Lindungi, Pengunjung Bioskop Masih Sepi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami