Museum Sejarah Rokok Bentoel di Malang Tutup

Museum Sejarah Rokok Bentoel di Malang Tutup
PERISTIWA » MALANG | 9 September 2019 10:27 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Sebuah spanduk bertulis 'Dijual' berikut nomor telepon tertempel di bangunan utama museum Sejarah Bentoel Kota Malang. Museum di Jalan Wiromargo 32 itu tidak nampak lagi aktifitas sejak sebulan terakhir.

Patung perunggu Ong Hok Liong (1893-1967), pendiri PT Bentoel juga tidak tampak di tempatnya. Patung tersebut semula berada di teras pojok depan, sisi sebelah kanan, namun sudah tidak terlihat.

Begitu pun papan nama 'Museum Sejarah Bentoel' yang berada di tengah taman juga sudah dibersihkan. Hanya bekas dua beton penyangga yang tersisa.

"Sudah sekitar sebulan sudah tidak beraktivitas, tutup mas," kata Rommy, penjaga keamanan komplek bekas museum tersebut, Senin (9/9).

Rommy mengaku masih terus bertugas seperti biasa, sampai komplek bangunan tersebut laku terjual. Sementara koleksi museum sudah dirapikan dari tempatnya biasa dipajang.

"Koleksinya dibawa ke pabrik, di Karanglo dan Janti, menyebar tapi persisnya saya kurang tahu," terangnya.

museum sejarah bentoel

Penampakan Gedung sebelum tutupĀ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Sesuai namanya, museum Sejarah Bentoel berisi perjalanan sejarah bisnis industri rokok Bentoel sejak dirintis pada 1900-an. Koleksinya berisi alat-alat pembuat rokok yang saat itu murni secara manual, berupa alat perajang tembakau, alat linting, dan lain-lain.

Selain itu juga menampilkan berbagai galeri foto produk rokok yang pernah dibuat sepanjang sejarah. Tentu sejarah perjalanan hidup pendirinya, Ong Hok Liong.

Museum Bentoel sendiri didirikan keluarga Ong Hok Liong, yang selama ini menjadi media pembelajaran perjalanan industri rokok di Indonesia, bahkan dunia. Seiring waktu, museum tersebut telah menjadi ikon wisata edukasi bagi Kota Malang.

Letaknya pun strategis, di Jalan Wiromargo yang dulunya dikenal sebagai Jalan Petjinan Tjilik di mana rumah tersebut merupakan tempat tinggal dan tempat usaha Ong Hok Liong.

Rumah tersebut merupakan aset dari PT Bentoel Group yang dalam perjalanan sejarah menjadi perusahaan tembakau terbesar keempat di Indonesia. Sementara, PT Bentoel Group sendiri telah diakuisisi oleh British American Tobacco (BAT). (mdk/ded)

Baca juga:
Mengunjungi Museum Ganja di Amerika
Ajukan Anggaran Rp900 M, Pemprov DKI Mau Hidupkan Museum di Jakarta
Antusias Murid SD Melihat Diorama Sejarah di Museum Proklamasi
Pameran Benda-Benda Bersejarah Koleksi Museum DPR
Mengenang Detik-Detik Kemerdekaan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Indonesia Akan Miliki Museum Sejarah Nabi Muhammad

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami