Musim Kemarau, 3 Desa di Ponorogo Alami Kekeringan

PERISTIWA | 18 Juli 2019 01:03 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Tiga desa di dua kecamatan di Ponorogo, mulai dilanda kekeringan di musim kemarau ini. Dropping air bersih pun mulai diberikan, lantaran ada ratusan jiwa yang kini tengah tergantung pada bantuan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan, setidaknya di bumi reog ada 3 desa dalam 2 kecamatan yang mengalami kekeringan. Diantaranya adalah, Desa Caluk dan Desa Duri di Kecamatan Slahung serta Desa Gabel di Kecamatan Kauman.

"Untuk Desa Caluk dihuni oleh 210 jiwa, Desa Duri 200 jiwa dan Desa Gabel 360 jiwa. Total ada 770 jiwa atau 218 keluarga yang kini tengah mengalami kekeringan," jelasnya, sapaan akrabnya, Rabu (17/7).

Budi mengatakan, jumlah daerah yang terdampak kekeringan diperkirakan akan meluas di tahun ini. Mengingat baru bulan Juli, beberapa desa sudah mulai dilanda kekeringan. Padahal prediksi awal kekeringan baru melanda Ponorogo pada Agustus mendatang.

Ia menambahkan, berdasarkan kajian pihaknya, ada 22 desa dalam 10 kecamatan yang diprediksi akan dilanda kekeringan. 10 Kecamatan itu selain Slahung dan Kauman adalah Kecamatan Mlarak, Sampung, Pulung, Badegan, Balong, Bungkal, Sawoo, Jenangan.

"Total penduduknya ada sekitar 7.863 jiwa atau sekitar 2.234 keluarga," kata mantan Kasubag Humas Pemkab Ponorogo ini.

Untuk penanggulangan sementara, pihaknya akan melakukan dropping air bersih. Dari perhitungannya, minimal 118 rit air bersih untuk 19 desa setiap pekannya. Belum termasuk 200 rit air bersih yang disuplai oleh Pemprov.

"Pengiriman dilakukan dua kali dalam seminggu, dengan kapasitas per tangki 6 ribu liter air bersih," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini kebutuhan paling banyak dari Desa Karangpatihan, Pulung, yang mencapai 33.600 liter air, atau 7 rit air bersih. Disusul Desa Pelem, Bungkal, yang membutuhkan 27.680 liter air. Kebutuhan terbanyak ketiga berasal dari Desa Suren, Mlarak, yang memerlukan 26.720 liter air.

Baca juga:
BNPB Sebut Kekeringan Berpotensi Picu Kebakaran Hutan dan Lahan
BNPB Catat 1.900 Desa Alami Kekeringan
BNPB Sebut Kekeringan Melanda 7 Provinsi, Puncak Kemarau Bulan Agustus
Ribuan Hektare Sawah di Kota Jambi & Batanghari Terancam Kekeringan
Antisipasi Kekeringan di Jabar, Ridwan Kamil Upayakan Rekayasa Cuaca
Musim Kemarau, Jokowi Minta Menteri Turun ke Daerah Potensi Kekeringan

(mdk/fik)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com