Naik motor dari Bekasi ke Boyolali, Eko kelelahan tewas di SPBU

PERISTIWA » MALANG | 3 Februari 2016 04:33 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Seorang pengendara sepeda motor tiba-tiba terjatuh dan tewas di depan musala Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jalan Pamularsih, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/2) sore tadi.

Korban diketahui bernama Eko Febrianto (28) warga Kentingan RT 05 RW VI, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Diduga, pria tersebut tewas lantaran kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh dari Bekasi menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna putih bernomor polisi AD 5070 UW.

Malangnya, korban tidak lama ini akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya di Bekasi.

Orang yang pertama kali melihat korban terkapar adalah Angga Widianto, warga Kalilangse, Kota Semarang. Saat itu, sekira pukul 15.30 WIB, Angga yang baru selesai salat Ashar di musala SPBU melihat korban memarkir sepeda motor tepat di depan musala. Setelah itu, korban turun dari sepeda motor dan melepas jas hujan yang dikenakan.

"Korban berhenti, terus turun dan melepas jas hujan. Lalu meletakkan jas hujan di atas sepeda motor. Setelahnya korban mengeluarkan handphone dan tiba-tiba terjatuh," ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (2/2) sore tadi.

Begitu terjatuh, lanjut Angga, korban langsung tidak sadarkan diri. Kemudian ia dan warga yang melihat kejadian tersebut berusaha memberi tahu keluarga korban dengan melihat nomor telepon di handphone korban. Saat itu, Angga berusaha menghubungi seseorang yang baru saja mengirim pesan singkat ke handphone korban.

"Saya lihat ada SMS masuk sekitar pukul 13.00, saya buka dan coba hubungi nomor itu untuk mengabarkan kalau yang punya handphone jatuh pingsan. Sepertinya itu nomor kekasihnya yang ada di Bekasi, dinamai 'mylove'. Lalu saya juga hubungi bapak korban setelah mencari nomor di handphone itu," lanjut Angga.

Oleh ayah korban, Angga diminta membawa korban ke rumah sakit dan menghubungi salah satu keluarga korban yang ada di Kagok, Semarang. Akan tetapi, Angga tidak berani membawa korban ke rumah sakit lantaran saat itu korban belum sadar.

"Saya cuma menghubungi keluarganya, takut mau bawa ke rumah sakit, saat itu belum sadar. Lalu petugas SPBU menghubungi polisi," terangnya.

Begitu polisi tiba di lokasi kejadian, korban langsung dicek. Ternyata korban sudah tidak bernafas. Sekira pukul 16.30, tim Inafis Polrestabes Semarang tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan identifikasi. Tidak berselang lama, pihak keluarga korban juga tiba di lokasi.

"Saat dilakukan identifikasi, tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara korban jatuh dan meninggal karena kelelahan. Korban sudah dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Akhwan.

Sementara itu, paman korban yang bernama Didik Parmanto, mengaku datang ke lokasi setelah menerima telepon dari kakaknya yang tak lain adalah ayah korban. Ia mendapat kabar kalau Eko terjatuh di SPBU Pamularsih dan dalam keadaan kritis. Setibanya di SPBU, ternyata Eko sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

"Dia itu dari Bekasi mau pulang ke Boyolali dengan naik motor. Sudah 10 tahun kerja di sana," ungkap Didik, warga Klipang, Kota Semarang.

Didik menambahkan, maksud korban untuk pulang ke Boyolali adalah untuk menemui orangtuanya. Selain itu, ia juga mendengar kabar kalau sebentar lagi Eko akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya. Bahkan, orangtua Eko beberapa waktu lalu sudah mengurus surat-surat untuk keperluan pernikahan tersebut.

"Kabarnya mau menikah dengan pacarnya yang asal Bekasi. Kemarin bapaknya juga sudah mengurus surat-surat," pungkasnya.

(mdk/rnd)

TOPIK TERKAIT