Naikkan Penerima Manfaat Masyarakat, Mensos Minta Tambahan Anggaran ke Menkeu

Naikkan Penerima Manfaat Masyarakat, Mensos Minta Tambahan Anggaran ke Menkeu
PERISTIWA | 7 April 2020 20:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Sosial Juliari Batubara membeberkan upaya yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak ekonomi akibat Covid-19. Salah satunya dengan memperluas cakupan dan penerima manfaat dua bantuan sosial (bansos) reguler.

Pertama, pihaknya pihaknya melakukan perluasan penerima program sembako dari 15,2 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menjadi 20 juta KPM. Dengan begitu ada tambahan sebesar 4,8 juta KPM. Besaran bantuan yang diberikan juga meningkat dari Rp150.000 menjadi Rp200.000. Perluasan cakupan dan penambahan bantuan dimulai April hingga Desember.

"Untuk target perluasan yang 4,8 (juta KPM) saya sudah perintahkan untuk menyapu bersih seluruh desil 1 dan 2 di dalam DTKS kami yang selama ini belum dapat, kita sapu bersih semua supaya dapat," kata dia, dalam raker virtual dengan Komisi VIII, Selasa (7/4).

"Kita pastikan keluarga-keluarga yang berada di 2 desil terbawah semua dapat sembako sehingga angkanya menjadi 4,8 juta keluarga untuk perluasannya. Sehingga nanti ke depannya sudah tidak akan ada lagi keluarga-keluarga desil 1 dan 2 dalam DTKS kami yang tidak dapat program sembako," lanjut dia.

Perluasan penerima manfaat dan besaran bantuan yang diberikan, lanjut dia, menyebabkan naiknya kebutuhan anggaran untuk program sembako sebesar Rp15,5 triliun. Sebelumnya pagu anggaran awal untuk program sembako tahun 2020 sebesar Rp28,1 triliun. Dengan adanya tambahan Rp15,5 triliun, maka total anggaran menjadi Rp43,6 triliun.

1 dari 1 halaman

Penerima Manfaat PKH

Penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) pun mengalami peningkatan. Waktu pencairan bantuan pun bakal dilakukan setiap bulan dari sebelumnya per tiga bulan.

"Kemudian bansos PKH (Program Keluarga Harapan) akan ada peningkatan sedikit KPM-nya. Diferensiasinya yang biasa kami cairkan per 3 bulan akan menjadi setiap bulan," urai dia.

"Untuk PKH di April, Mei, Juni nanti penerima PKH akan dapat 2 kali. Jadi April, Mei, Juni yang sudah dapat uang akan kami top up sehingga mereka mendapatkan dua kali dan seterusnya Juli sampai desember akan pencairan tiap bulan," ujar dia.

Perluasan penerima manfaat dan besaran bantuan yang diberikan, lanjut dia, menyebabkan naiknya kebutuhan anggaran untuk PKH sebesar Rp8,3 triliun. Sebelumnya pagu anggaran awal untuk PKH tahun 2020 sebesar Rp29,1 triliun. Dengan adanya tambahan Rp8,3 triliun, maka total anggaran menjadi Rp37,4 triliun.

"Jadi PKH tadi ada penambahan Rp8,3 triliun yang program sembako (tambahan) Rp15,5 triliun sehingga di dua program bansos yang reguler ini ada penambahan Rp23,5 triliun yang nanti kami akan minta ke Kementerian Keuangan," tandasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Pemerintah akan Bagikan Sembako Rp600.000 untuk Keluarga Miskin di Jabodetabek
Mensos: 9 Juta Masyarakat Indonesia Bakal Terima BLT
Mulai Besok, Kemensos Salurkan 200 Paket Sembako di Jabodetabek
Jokowi Perintahkan Mensos Segera Bagikan 200.000 Paket Sembako ke Warga Jabodetabek
Mensos Juliari Tak Yakin Pemberian Bansos Bisa Buat Warga DKI Tak Mudik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5