Nama Dicatut Pemilik Ferrari & Mercy, Mantan Sopir Angkot Takut BPJS Disetop

PERISTIWA | 6 November 2019 15:52 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Mantan sopir angkot Edi Hartono khawatir pencatutan namanya sebagai pemilik mobil Ferrari dan dua Mercedes Benz di Samsat mengganggu kehidupannya. Khususnya, keluarga sederhana itu tak lagi mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Bahkan, Istri Edi, Siti Roisah yang baru saja melakukan persalinan untuk anak keduanya merasa takut bila BPJS-nya juga nanti akan bermasalah.

"BPJS kemarin masih bisa digunakan, ini kemarin kan saya habis dari rumah sakit habis lahiran masih bisa digunakan, tapikan yang saya takutkan saya masih harus bolak-balik ke rumah sakit, takutnya nanti bermasalah juga, sayakan juga bukan dari orang ada," ucap Siti di kontrakannya kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (6/11).

Siti yang biasanya mengambil jatah KJP anaknya mengaku bahwa bulan ini belum menerima KJP yang biasanya keluar setiap awal bulan. Siti juga merasa dirugikan karena bantuan dari Pemerintah yang biasa Ia dapat setiap bulannya sudah tidak bisa lagi didapat.

"Kalau KJP bulan lalu masih dapat, bulan ini biasanya keluar tanggal tiga tapi sekarang ini kita belum cek lagi. Saya juga dapat bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) telur dan beras sudah enggak jalan lagi," tambah Siti.

1 dari 2 halaman

Awal Mula Kasus

Ceritanya, Edi mengira KJP terancam dicabut karena memiliki tiga motor. Padahal dua motor lain sudah dijual. Saat hendak menonaktifkan motor yang sudah dijualnya di Samsat, peristiwa mengejutkan ini terjadi.

"Saya awalnya punya motor tiga tapi sudah saya jual dua, dan tinggal satu, lalu saya ke Samsat sana untuk blokir motor dua yang saya sudah jual, cuma saya enggak baca bahwa di situ tertulis ada roda empat ada mobil satu Ferari, dan dua mobil Mercedez Benz," ungkap Edi di kediamannya, di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (6/11).

Saat itu, Edi menanyakan kepada petugas Samsat mengapa namanya bisa dipakai oleh orang lain. Edi pun tidak pernah merasa meminjamkan KTP pada siapapun.

"Saya datang ke Samsat, saya kaget karena kok bisa muncul, waktu ditanya apa pernah minjemin KTP saya tidak pernah minjamkan KTP saya," ucapnya.

2 dari 2 halaman

KTP Pernah Hilang

Namun Edi mengingat Ia memang pernah kehilangan KTP saat sedang ingin mengurus perpanjang atas izin operasi angkotnya.

"Tapi KTP saya pernah sempat hilang tahun 2016 gara-gara waktu itu dipinjem mau perpanjang mobil angkot saya, cuma tidak jadi karena merasa cicilannya yang terlalu besar maka saya menjual angkotnya," kata Edi.

Edi tidak mengetahui sejak kapan namanya tercatat memiliki tiga kepemilikan mobil mewah ini. Karena memang selama ini Ia tidak pernah mendapatkan tagihan pembayaran pajak dari tiga mobil itu.

"Justru itu dia bayar pajaknya lancar, baru kemarin dia perpanjang bulan April dan bulan Januari, tertulis di kertasnya," ucap Edi. (mdk/rnd)

Baca juga:
KJP Anak Mau Dicabut, Mantan Sopir Angkot Kaget Disebut Punya Ferrari & Mercy
New BMW X1 Dirilis, Harganya Rp 739 Juta
Ini Deretan Mobil Baru Pimpinan MPR, DPR dan DPD
Deretan Mobil Mewah Raffi Ahmad yang Terparkir di Rumahnya
Tak Layak Jadi Mobil Dinas, 169 Subaru Akhirnya Dilelang
Wow! Andre Taulany Ultah ke-45, Sule Mau Kasih Kado Mobil Mewah Miliaran?

TOPIK TERKAIT