Napi Narkoba di Lapas Sragen Tewas Gantung Diri

PERISTIWA | 10 Oktober 2019 22:35 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Umar Yatim (44), seorang narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas 2A Sragen tewas gantung diri Kamis (10/10). Jenazah warga Dukuh Kwadasan, RT 02 RW 03, Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang tersebut ditemukan pukul 06.00 WIB tergantung di sel isolasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban merupakan warga binaan pindahan dari Lapas Boyolali. Saat ditemukan, jenazah korban tergantung dengan sebuah sarung yang diikatkan di leher. Selain sarung berwarna hijau yang digunakan untuk gantung diri, polisi juga mengamankan pakaian dan sandal korban.

"Jadi sekitar pukul 06.45 WIB, petugas akan melakukan pergantian jaga. Sebelum pergantian sipir bernama Paiman mengecek blok tahanan. Dan ditemukan korban menggantung di ruang isolasi," ujar Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi.

Saat pemeriksaan Paimin melihat ada tahanan yang tergantung dengan sarung yang digunakan untuk tali. Sarung tersebut, dikatakannya, terikat pada teralis besi ventilasi udara. Melihat kejadian tersebut Paiman memanggil sipir lainnya Jumali untuk melakukan pengecekan ke dalam. Namun kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Hasil pemeriksaan tidak diketemukan adanya tanda kekerasan fisik pada tubuh korban," katanya.

Polisi, lanjut dia, sudah berkoordinasi dengan Inafis Polres Sragen dan mendatangi lokasi. Mereka telah melakukan olah TKP. Sedangkan korban kemudian dibawa ke RSUD Sragen.

Kasubsise Registrasi Lapas Sragen, Ratna Dwi Lestari menerangkan, awalnya dua hari yang lalu ada pemeriksaan dari BNN. Pemeriksaan dilakukan setelah BNN melakukan penangkapan di wilayah Brebes. Pelaku yang ditangkap di Brebes, jelas dia, mengaku yang mengenalkan pada jalur narkoba adalah napi yang meninggal tersebut.

"Jadi korban sebenarnya hanya sebagai saksi untuk kasus di brebes itu. BNN menyarankan agar napi ini disendirikan di ruang isolasi agar tidak menyebar informasi, atas dasar instruksi itu disendirikan selnya," terangnya.

Korban, lanjut dia, merupakan tahanan kasus narkoba dengan vonis 4 tahun penjara. Jika sesuai jadwal, korban akan bebas pada 2022.

Baca juga:
Tahanan Narkoba di Bekasi Meninggal Saat akan Disidang
Tunggu Giliran Diperiksa, Tersangka Pencuri HP di Bone Meninggal di Ruang Penyidik
Diduga Depresi Divonis Idap HIV, Napi di Lapas Lubuk Pakam Gantung Diri
Napi Rutan Solo Tewas Usai Minum Cairan Pembersihan Lantai
17 Anggota Polres Biak Diperiksa Terkait Kematian Tahanan
Polisi: Ronaldo Tewas Akibat Gantung Diri Bukan Disiksa Petugas

(mdk/ded)