Narapidana di Bangka Belitung Penerima Remisi Imlek 2020 Terbanyak

PERISTIWA | 26 Januari 2020 00:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Hukum dan HAM memberikan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Imlek 2020 kepada 43 narapidana pemeluk agama Konghucu yang tersebar di seluruh Indonesia. Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami mengungkapkan, penerima remisi khusus imlek 2020 terbanyak dari Kantor Wilayah Kemenkumham Bangka Belitung.

"Yaitu sebanyak 16 narapidana," kata Utami dalam keterangan pers, Sabtu (25/1).

Sementara itu, narapidana penerima remisi lainnya tersebar di berbagai wilayah lainnya seperti Bali, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Riau.

Dari 43 narapidana yang mendapat remisi khusus sebanyak 42 Narapidana mendapatkan remisi khusus I berupa pengurangan sebagian masa pidana yang terdiri dari 10 orang menerima remisi 15 hari, 23 orang menerima remisi 1 bulan, 8 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari dan 1 orang mendapat remisi 2 bulan.

"Selain itu terdapat seorang narapidana yang mendapatkan remisi khusus II, atau langsung bebas," kata dia.

1 dari 1 halaman

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Yunaedi mengatakan, dengan pemberian remisi khusus kepada 43 narapidana, Kemenkumham menghemat biaya hingga Rp 21 juta.

"Kemenkumham menghemat anggaran biaya makan sebesar RP 21.930.000 dengan biaya makan per hari rata-rata sebesar Rp 17.000 per orang," ujar Yunaedi dalam keterangannya, Sabtu (25/1).

Yunaedi mengatakan, usulan pemberian remisi berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan adanya remisi online melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), menurut Yunaedi prosesnya menjadi lebih cepat, murah dan akurat.

"Hak narapidana terjamin, akuntabilitas dan integritas petugas terjaga," kata Yunaedi.

Berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan tertanggal 23 Januari 2020, jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia mencapai 264.934 orang yang terdiri dari 200.471 orang Narapidana, 61.987 orang Tahanan dan 2.476 orang Anak.

"Sementara itu kapasitas hunian hanya sebesar 131.332 orang. Dari jumlah tersebut Narapidana yang beragama Konghucu berjumlah 70 orang," kata Yunaedi.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Aksi Barongsai dan Naga Hibur Warga di Car Free Day Bundaran HI
Perayaan Imlek, Barongsai Meriahkan CFD Thamrin-Bundaran HI
Menjaga Keberagaman Beragama di Jember Saat Tahun Baru Imlek
Klenteng TITD Pay Lien San, Potret Toleransi Umat Beragama di Jember
Pedagang Burung Pipit dan Bunga Raup Untung Berlipat di Hari Imlek
Libur Tahun Baru Imlek, Penumpang PT KAI Naik 7 Persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.