Narkoba dari Malaysia Digagalkan Masuk Indonesia

PERISTIWA | 20 September 2019 22:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi yang dikirim dari Malaysia. Penyelundupan itu dilakukan jaringan internasional atau sindikat Malaysia menggunakan kapal-kapal kecil di jalur tikus perairan Indonesia.

"Pelaku membawa kayu ke Malaysia, kemudian saat kembali mereka loading narkoba jenis sabu dan ekstasi," kata Kasatgas NIC Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, AKBP Victor Siagian di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/9).

Penggagalan penyelundupan itu dilakukan pada 7 September lalu di perairan Sungai Daun, Riau. Terdapat lima orang tersangka inisial AS, IS, RA, BR dan RM ditangkap dengan barang bukti 23 kg sabu dan 28 ribu butir ekstasi.

"Saat pulang dari Malaysia, dilakukan ship to ship di perairan Sungai Daun. Bea Cukai melacak koordinat pelaku," ujar Victor.

Dari penangkapan awal itu, polisi mendapat informasi sebagian narkoba itu sudah dikirim lewat jalur darat oleh tiga tersangka lain yang akhirnya ditangkap di Palembang. Dari ketiga tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 15 kg sabu dan dua unit mobil.

Saat ini polisi tengah memburu otak sindikat berinisial AC yang berstatus DPO. Menurut Victor, para tersangka yang ditangkap adalah kurir yang dijanjikan dibayar Rp30 juta per orang.

"Jadi masing-masing diupah Rp30 juta. Yang serah terima di jalan Rp6 sampai Rp10 juta," katanya.

Adapun tersangka dijerat pasal 144 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
85 Persen Peredaran Narkoba di Banten Masuk Melalui Jalur Laut
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 4,7 Kg Asal Jakarta ke Surabaya
8 Tersangka Pengedar Narkoba Jaringan Internasional Diamankan Polda Metro Jaya
Ganja Siap Edar dari Sumatera Hendak Diselundupkan ke Jawa Timur Lewat Bus
VIDEO: Nelayan Pembawa 55 Kg Sabu dan 10 Ribu Ekstasi Divonis Mati
Nelayan Aceh Kurir 55 Kg Sabu dan 10.000 Ekstasi Divonis Hukuman Mati

(mdk/eko)