Nasib Bupati Simeulue di Ujung Tanduk Usai Video Panasnya Beredar

PERISTIWA | 2 Agustus 2019 06:14 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Warga Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh dibikin geger dengan beredarnya video panas Bupati Erli Hasyim. Video panas itu berdurasi kurang dari 2 menit.

Dalam video itu Erli bersama wanita muda melakukan perbuatan tak bermoral. Hal itu yang menyulut kemarahan warga sehingga ingin Erli dihukum secara adat dan juga dimakzulkan. Lantas bagaimana nasib Erli? Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Video Panas Beredar

Bupati Simeulue Erli Hasyim tak menyangka video panasnya dengan wanita beredar luas di wilayahnya. Dalam video yang beredar, seorang pria telah ubanan berpakaian batik dan wanita muda berbaju hijau berjilbab kuning duduk di atas sebuah sofa berwarna hitam di dalam sebuah ruangan.

Si wanita bercakap sambil menyandarkan kepala ke pangkuan pria lantas keduanya berciuman dengan posisi menyendengkan badan ke sandaran sofa.

Koordinator Lapangan Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR), Dafran alias Ucok, meyakini wanita bersama Erli merupakan pegawai negeri sipil salah satu instansi kabupaten itu. Video itu diperkirakan diambil sebelum Erli melangsungkan pernikahan sama istri sahnya tahun lalu.

"Bisa kita, ini, pembicaraan di dalam video itu. Dia (perempuan) menyatakan bahwa dia lemas, karena dengar abang mau kawin, katanya. Waktu itu pak bupatinya belum lagi menikah dengan istri sahnya," ujar Dafran kepada Liputan6.com, Kamis malam (1/8).

2 dari 4 halaman

Ngaku Sama Istri

Bupati Simeulue Erli Hasyim tak membantah sosok dalam video itu adalah dirinya. Namun dia mengaku wanita yang bersamanya itu merupakan istri sahnya bukan wanita lain.

"Dalam video itu memang saya lakukan bersama istri sendiri," katanya.

Menurut Erli, ada pihak yang ingin menjatuhkannya sebagai kepala daerah dengan menyebarkan video yang sebenarnya itu adalah dia bersama sang istri. Erli melepas masa duda pada Oktober 2018 lalu. Ia menikah dengan seorang wanita disebut-sebut berasal dari Banda Aceh berinisial S.

Meski begitu, Erli masih mempertimbangkan apakah kasus penyebaran video panas itu dibawa ke jalur hukum. "Jadi, ada upaya yang dilakukan untuk menjatuhkan saya sebagai kepada daerah. Kita sudah kantongi siapa-siapa yang berada di belakang ini semua," katanya saat dihubungi dari Banda Aceh. Seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/8).

3 dari 4 halaman

DPRD Bentuk Pansus

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aceh membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengusut kasus video panas Bupati Kabupaten Simeulue, Erli Hasyim. Tim pansus bekerja dengan cepat. Mereka telah mengumpulkan bukti-bukti dari kasus tersebut.

Tim Pansus mengusulkan Erli dimakzulkan berdasarkan bukti yang ditemukan. Pemakzulan bupati yang mulai menjabat sejak Juli 2017, itu menanti ketuk palu Mahkamah Agung.

"Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang ada, kita sudah limpahkan ke pimpinan untuk mengusulkan ke MA untuk pemakzulan bupati Simeulue," jelas Ketua Tim Pansus, Irawan Rudiono kepada Liputan6.com, Kamis (1/8).

4 dari 4 halaman

Akankah Dihukum Cambuk?

Setelah video panas Bupati Kabupaten Simeulue, Erli Hasyim beredar, terjadi demonstrasi besar-besaran dilakukan masyarakat tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) pada Senin, 29 Juli 2019. Ribuan orang berasal dari 10 kecamatan kabupaten itu meyakini Erli berbohong bahwa wanita dalam video itu adalah istrinya. Mereka mendesak dewan memakzulkannya.

"Meskipun Bupati menyatakan perempuan yang ada di video tersebut adalah istrinya, tetapi kami tahu dan seluruh masyarakat di pulau ini mungkin tahu kalau itu bukan istrinya," kata Koordinator Lapangan GEMPAR, Dafran alias Ucok.

Selain itu GEMPAR berharap Erli dihukum cambuk. Itu dapat menjadi bukti bahwa hukum syariat tidak pandang bulu, di mana seorang pejabat sekaliber Elri pun dicambuk jika bersalah.

(mdk/has)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.