Nestapa Bocah di Tangsel Dipasung Orang Tua Selama 3 Tahun Karena Gangguan Mental

PERISTIWA | 14 Maret 2019 00:15 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Bocah asal Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, ZKA (10) terpaksa harus hidup dalam keterbatasan selama hampir tiga tahun belakangan ini. Dia menjadi korban pemasungan oleh orang tuanya sendiri karena dianggap meresahkan. Pemasungan dilakukan karena ZKA mengidap gangguan mental dan cacat fisik.

Setelah tiga tahun hidup dalam pasungan orang tua, dengan kaki terantai di atas kasur, ZKA akhirnya bisa hidup normal. Hal ini usai Dinas Sosial Tangsel mendapat laporan warga di sekitar rumah orang tuanya.

Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan menyambangi rumah orang tua ZKA. Sang anak langsung dibawa ke rumah singgah untuk dilakukan perawatan dan pengobatan.

"Ini karena ketidakmampuan ekonomi keluarga, kemudian motifnya agar tidak mengganggu orang lain," ucap Kepala Dinas Sosial Kota Tansel, Wahyunoto Lukman saat dikonfirmasi, Rabu (13/2).

Wahyu mengatakan aktivitas pemasungan yang dilakukan orang tua terhadap ZKA, tidak terdeteksi hampir tiga tahun ini. Sehingga luput dari pengetahuan Dinas Sosial untuk menyertakan bantuan sosial dari Pemerintah.

"Selama ini tidak terdeteksi dan tidak termonitor, karena memang disembunyikan keluarganya. Sekarang karena kondisi orang tuanya sakit parah, ada warga yang melaporkan," ucap Wahyu.

Menurut Wahyu, tindakan pemasungan terhadap anak dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan.

"Pemasungan sama sekali tidak dibenarkan. Maka anak itu kita ambil kita layani, kita rawat. Orang tuanya juga akan kita berikan pemahaman terkait pengasuhan anaknya," ucapnya.

Petugas Dinas Sosial mengakui jika ZKA mengalami gangguan mental dan kecacatan fisik (difabel) bawaan lahir. Bahkan saat disambangi petugas Sosial ke rumahnya, ZKA dalam kondisi memprihatinkan. Dengan kaki terpasung terlilit rantai, tanpa sehelai benang pun menempel di badannnya.

"Jadi dia hanya berada di atas kasur, tidak berpakaian, bahkan buang air besar dan kecil di atas kasur tempat dia dipasung," ucapnya.

Untuk proses selanjutnya, lanjut Wahyu, ZKA akan dilayani di rumah singgah dengan dibekali perhatian khusus dan bimbingan khusus. "Untuk mengembalikan kepercayaan dirinya, kemudian kita latih untuk mandiri," terangnya.

Sementara terhadap orang tua ZKA yang sakit, akan dimasukan ke dalam basis data terpadu kemiskinan. "Ini akan kita usulkan juga untuk mendapat bantuan Pemerintah, KPM BPNT, PKH atau jamsosratu. Nanti mana yang terlebih dahulu terealisasi," jelas dia.

"Sementara untuk kesehatan orang tuanya, biaya rumah sakit sudah dicover BPJS dan tindakan RSUD Tangsel," sambung Wahyu.

Baca juga:
Ini Tanda Caleg Mengalami Gangguan Jiwa Akibat Kalah Pemilu
Analisa Dokter Soal Para Caleg Terancam Gangguan Jiwa
Ada 84 Pemilih di Rumah Sakit Jiwa Solo, KPU Tambah TPS
Polisi Selidiki Kejiwaan Pemotor Seret Kucing di Pekalongan
Kekurangan Ruang, Pasien Rumah Sakit Jiwa Abepura Tidur di Lantai

(mdk/ray)