Hot Issue

Nestapa Korban Pemerkosaan WN China, Pelaku Belum juga Ditangkap

Nestapa Korban Pemerkosaan WN China, Pelaku Belum juga Ditangkap
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 26 Juni 2022 06:02 Reporter : Alma Fikhasari

Merdeka.com - Berawal Juli 2020. Hari petaka bagi LK. Perkenalannya dengan WN China inisial K melalui media sosial berakhir menyedihkan.

LK diperkosa oleh K yang dikenalnya lewat aplikasi pesan elektronik. Setelah empat bulan intens menjalin komunikasi. Dia awalnya percaya dengan kebaikan K. Namun malang, kepercayaannya berujung pemerkosaan.

LK mengaku butuh waktu panjang dan persiapan yang matang untuk berbicara terus terang di hadapan publik. Tekanan psikologis jadi faktor pertimbangan.

Menurut LK, keberanian tersebut muncul setelah polisi lamban dalam menangani perkara ini. "Saya tidak sangka harus mengutarakan ini di depan media, butuh kekuatan mental jelaskan di media," kata LK tertunduk malu.

K ia kenal bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi asal China yang berada di Indonesia. Singkat cerita, LK bertemu dengan K pertama kalinya di sebuah restoran. Hingga dua kali bertemu, saat itu LK mengaku tak menaruh rasa curiga sedikit pun. Apalagi, secara penampilan, K terlihat seperti pria intelektual.

"Kami berkomunikasi 4 bulan tatap wajah. Sempat bertemu di restoran tidak ada gelagat jahat dari K," ucap LK.

2 dari 4 halaman

Diajak ke Apartemen

Petaka pun datang pada pertemuan ketiga sekitar Juli 2020. LK diajak makan di restoran. Namun, diperjalanan K malah berubah haluan. K malah mengajak ke apartemen di kawasan Jakarta Barat. Dalih K saat itu mengingat situasi sedang Covid-19. Sementara, kalau makan di restoran hanya diberi waktu 30 menit.

"Sudah, kata dia makan di apartemen saja, dia (K) masak," kata LK mengulang percakapan waktu itu.

LK yang berprasangka baik pada K menuruti permintaannya. Tak disangka, pada pertemuan tersebut menjadi pengalaman pahit. Pelaku memperkosanya.

Hasil visum terdapat luka robek cukup parah pada bagian organ vital. Bukti visum atau medis turut dilampirkan ke dalam laporan polisi. "Pada bagian sensitif sampai dijahit beberapa jahitan," ucap LK.

3 dari 4 halaman

Lapor Polisi Malah Diajak Damai

Seusai kejadian itu, LK sebenarnya telah mendatangi salah satu kantor polisi di wilayah Jakarta Barat. Maksudnya, mengadu atas apa yang dialami. Namun, LK mengaku malah diajak berdamai karena dinilai kurang cukup bukti.

Menurut LK, oknum petugas juga memintanya menerima sejumlah dana yang sempat ditawarkan oleh penasihat hukum K.

"Saya disuruh cabut laporan, kalau tidak, akan dilaporkan balik atas dasar pemerasan," ujar LK.

Mendengar hal itu, LK mengaku stres dan tertekan. Ia tersinggung atas ucapan itu. "Kok saya diganjar sedemikian," ujar dia.

LK kini berharap penuh pada penyidik di Polda Metro Jaya memproses laporannya. Dia mengaku telah diperiksa sebagai pelapor, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya lagi.

Sementara itu, Penasihat Hukum LK, Prabowo menerangkan, penanganan lamban karena pihak kepolisian masih menunggu penjelasan dari tim dokter yang mengeluarkan hasil visum.

Prabowo mengatakan, kepolisian mengajukan dokter sebagai saksi ahli. Sementara itu, kepolisian juga mengalami kendala memanggil terlapor.

"Sudah dua kali sudah dipanggil tidak datang, tidak ada pengacara terlapor yang menghubungi," jelas dia.

4 dari 4 halaman

Pelaku Masih Diburu Polisi

Polisi tengah mengejar WN China terlapor pelaku pemerkosaan wanita inisial LK (30). Korban melapor ke polisi 2 April 2022 lalu, Meskipun, kejadian dugaan pemerkosaan tersebut terjadi dua tahun lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan memastikan, meskipun dugaan pemerkosaan telah lama terjadi, namun polisi tetap mengusut kasus tersebut.

Akan tetapi, Zulpan belum bersedia berkomentar lebih jauh terkait dugaan terlapor yang mangkir dua kali dari panggilan kepolisian. Pernyataan itu sebelumnya disampaikan oleh penasihat hukum korban. "Nanti saya cek ke penyidik ya," ujar dia.

Polisi memastikan kasus LK sudah naik tahap penyidikan. Kini, penyidik tengah melacak keberadaan si terlapor.

"Terkait kasus ini maka kami bisa simpulkan, akan kita naikan statusnya ke penyidikan," kata Zulpan kepada awak media di Mapolda Metro Jaya.

Penyidik telah melakukan panggilan dua kali terhadap yang terlapor namun, tidak datang tanpa keterangan yang jelas. "Masih kita cari (keberadaan pelaku)," singkatnya.

(mdk/rnd)

Baca juga:
Diduga Cabuli Lima Santriwati, Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi
Bukannya Jadi Pelindung, Seorang Ayah di Depok Tega Cabuli Anak Kandungnya
Siswi SMP di Langkat Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan
Eks Napi Ungkap Tahanan Pedofil Wajib Habis Dalam Penjara, Dipelonco & Babak Belur
Lapor Polisi Malah Disuruh Damai, Ini Kronologi Wanita Diperkosa WN China

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini