Netty PKS: Pelonggaran PSBB Rencana yang Sembrono

Netty PKS: Pelonggaran PSBB Rencana yang Sembrono
PERISTIWA | 14 Mei 2020 14:03 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Wacana pemerintah untuk melakukan relaksasi atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuai sejumlah penolakan. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai, rencana itu terkesan buru-buru.

"Dan terkesan sembrono, mengingat kasus Covid-19 secara nasional belum ada penurunan. Per 13 Mei masih ada penambahan 689 kasus positif," kata Netty kepada merdeka.com, Rabu (14/5).

Justru menurut Netty, saat ini yang diperlukan adalah penerapan PSBB secara nasional bukannya malah pelonggaran. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, PSBB di beberapa wilayah memiliki dampak pada penurunan kasus Covid-19.

"Lihat kasus di Jakarta, setelah PSBB ada penurunan sejak awal bulan Mei lalu. Tapi lihat secara nasional, kasus Covid-19 terus meningkat, hari ini saja sudah mencapai 15 ribu lebih kasus terkonfirmasi positif," lanjutnya.

Rencana relaksasi, kata dia, mendapat penguatan setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengizinkan semua moda transportasi beroperasi kembali ke luar daerah mulai Kamis (7/5). Menhub mengatakan, kebijakan ini adalah turunan dari Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Baca Selanjutnya: Kebijakan Tumpang Tindih...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami