Ngabalin Minta Masyarakat Waspada Paham Radikal Tunggangi Demo Tolak UU Cipta Kerja

Ngabalin Minta Masyarakat Waspada Paham Radikal Tunggangi Demo Tolak UU Cipta Kerja
PERISTIWA | 17 Oktober 2020 12:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menilai, ada paham bergentayangan yang menunggangi aksi penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Karenanya, dia meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Semua sedang bergentayangan atas nama penolakan UU Cipta Kerja (Wajah Baru Regulasi Indonesia) Waspada jangan lengah!" tulis Ngabalin melalui akun Instagram pribadinya, @ngabalin, seperti dilihat Liputan6.com, Sabtu (17/10).

Ngabalin melanjutkan, paham dimaksudnya adalah paham radikal yang diharamkan untuk tumbuh dan berkembang di negara mayoritas Islam, seperti Indonesia.

"Belajar dari kegagalan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, maka jangan biarkan INDONESIA kita dihancurkan dan tercabik-cabik dengan paham RADIKAL ISIS, HIZBU TAHRIR aliran yang menolak PANCASILA & DEMOKRASI, KAUM TAKFIRI (yang mengkafir-kafirkan) KAUM INTOLERAN," tegas dia.

Karenanya, Ngabalin meminta untuk aparat kepolisian dapat bergerak mengamankan Indonesia dari ancaman paham yang menunggangi aksi tersebut.

"POLRI sedang bekerja, berikan penguatan dengan doa dari kita semua. #SampahDemokrasi, +62 antikekerasan, anarkisme, intoleran, fitnah dan adu domba serta penyebaran kebencian atas nama kebenaran agama," dia menandasi.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono
Sumber: Liputan6.com (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami