Ngaku anggota Kopassus, pria ini tipu PNS hingga puluhan juta

PERISTIWA | 9 Mei 2018 22:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Nasib sial dialami ASM (47), warga Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Aksinya sebagai anggota Kopassus gadungan untuk menipu sejumlah korban ketahuan. Kini ia harus berurusan dengan pihak kepolisian.

ASM ditangkap oleh Jajaran Satreskrim Polresta Solo pada 23 April 2018 lalu setelah menipu rekan bisnisnya mencapai puluhan juta Rupiah. Korban merupakan seorang PNS (pegawai negeri sipil) di lingkungan Pemerintah Kota Solo.

Panit Resmob Polresta Surakarta, Ipda Stevano Leonard Johannes STK mengatakan, pihaknya saat ini mengembangkan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh ASM.

"ASM kami tangkap karena mengaku sebagai anggota Kopassus (Komando Pasukan Khusus) untuk mengelabuhi korbannya," katanya kepada wartawan, Rabu (9/5).

Stevano menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus, tersangka tak hanya menipu seorang PNS, tapi juga seorang pedagang telefon genggam di Singosaren. Modus yang digunakan tersangka, lanjut dia, dengan cara menawarkan lelang sepeda motor. Lelang tersebut dilakukan dengan harga murah.

Tergiur dengan tawaran tersebut, korban kemudian memesan sejumlah sepeda motor dengan total transaksi sekitar Rp 30 juta. Namun setelah ditunggu lama, sepeda motor yang dipesan tak kunjung datang. Korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke polisi.

"Korban ditawari harga lelang murah dan langsung memesan sepeda motor Yamaha N-Max dengan harga Rp 13 juta, kemudian Honda Beat Rp 4 juta," jelasnya.

Lebih lanjut, Stevano menjelaskan, penampilan ASM yang tegap seperti anggota TNI, membuat korban mudah percaya. Apalagi saat bertemu dengan korban, tersangka mengenakan tas ransel doreng agar semakin dipercaya sebagai anggota tentara. Di tas ransel, juga dilengkapi sebuah pistol mainan dari korek api.

"Penampilannya yang seperti itu membuat korban percaya, karena berbadan tinggi tegap. Kepada korban lain pelaku juga mengaku sebagai pensiunan anggota Linud," jelasnya.

Selain tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 4 lembar bukti transfer, sebuah buku tabungan, sebuah telepon genggam lipat, tas ransel doreng, pistol korek api berikut tas sabuk.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Ancaman hukumannya penjara selama 4 tahun," tandasnya.

Sementara kepada wartawan, ASM mengaku terpaksa melakukan hal ini, karena membutuhkan uang untuk biaya operasi istrinya yang melahirkan anak kelimanya. Tersangka yang kesehariannya bekerja sebagai sopir tersebut mengaku sangat menyesali perbuatannya.


Pria ngaku TNI yang halangi ambulans diduga 'cuma' penjual pulsa
Ada pria ngaku TNI tak beri jalan ambulans, Kodam Bukit Barisan turun tangan
Polisi tangkap TNI gadungan di posko keamanan pabrik di Tangerang
Mengaku Mayor, Suryo tipu warga yang mau jadi tentara
Ngaku ingin gagah-gagahan, kolonel TNI gadungan di Depok diciduk
Pencuri kotak amal Masjid di Mampang pakai baju loreng, ini penjelasan TNI
Tak punya SIM takut kena razia, pemuda ini mengaku anggota TNI

(mdk/fik)