Ngaku Disuruh Ibu Mertua, Pecatan Polisi Jadi Pengedar 7,6 Kg Sabu

PERISTIWA | 3 Desember 2018 15:04 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Polda Sumsel mengungkap upaya peredaran 7,6 kilogram sabu dan 500 butir inex dengan empat tersangka. Salah satu tersangka di antaranya adalah pecatan polisi berpangkat brigadir satu.

Para tersangka adalah Firmansyah (31) yang merupakan pecatan polisi, ibu mertuanya Eni Kusrini (41), Maduk (31), dan Edi Bambang Kurnia (31). Semuanya warga Desa Modong, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Kasus itu terungkap dari informasi adanya transaksi narkoba di kawasan Grand City Palembang, Kamis (29/11) siang. Saat digerebek, tersangka Firmansyah dan Maduk sedang menyerahkan 2 kg sabu dan 500 butir inex kepada tersangka Edi. Firmansyah dan Maduk berusaha melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan timah panas. Polisi menemukan barang bukti yang disimpan dalam kotak susu.

Saat diinterogasi, tersangka Firmansyah menyebut barang itu milik ayah mertuanya yang sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Serong, Banyuasin. Dia disuruh ibu mertuanya, Eni Kusrini untuk mengantar barang itu ke pembeli.

Mendapat petunjuk, polisi bergerak mencari keberadaan Eni Kusrini. Petugas menangkap tersangka dan menemukan 5,6 kg sabu yang disembunyikan di bawah tiang listrik di sekitar rumahnya di Desa Modong.

Tersangka Firmansyah berdalih hanya disuruh ibu mertuanya untuk mengantarkan narkoba ke pemesan. Dia bersedia lantaran tak lagi memiliki pekerjaan setelah dipecat sebagai polisi kasus perusakan barang bukti BNN pada 2016.

"Barang itu milik ayah mertua saya, napi di Serong. Yang menjalankan bisnis itu ibu mertua saya, saya disuruhnya mengantar," ungkap tersangka Firmansyah di Mapolda Sumsel, Senin (3/12).

Tersangka Eni Kusrini mengaku narkoba dibeli dari napi yang mendekam di Lapas Pekanbaru, Riau. Dia tetap melanjutkan bisnis haram itu setelah suaminya ditangkap polisi dan ditahan di Lapas Serong Banyuasin. "Yang mengendalikan suami saya, saya yang kontak-kontakan sama orang di Lapas Pekanbaru," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, jaringan narkoba asal Muara Enim ini masih satu keluarga yang terdiri dari suami istri dan menantu. Ironisnya, salah satu tersangka adalah pecatan anggota polisi.

"Mereka satu keluarga, yang mantan polisi itu disuruh ibu mertuanya untuk mengedarkan narkoba," kata Zulkarnain.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman mati.

Baca juga:
Pelajar SMA Ditolong Polisi Saat Jatuh Malah Kabur, Ternyata Bawa Sabu
Polri Tembak Mati 2 Bandar 39 Kg Sabu Asal Malaysia
Tangkap 4 Pengedar, Polres Inhil Sita 627 Butir Ekstasi & Airsoft Gun
Polresta Banda Aceh Gagalkan Pengiriman 510 Kg Ganja ke Jakarta
Pria Paruh Baya Diringkus Polisi Saat Bawa Sejuta Pil Koplo

(mdk/bal)