Ngamuk di Kampung Orang Cari Pujaan Hati, Pria 50 Tahun Tewas Dikeroyok Warga

Ngamuk di Kampung Orang Cari Pujaan Hati, Pria 50 Tahun Tewas Dikeroyok Warga
Ilustrasi Mayat. ©2013 Merdeka.com
NEWS | 1 Desember 2021 05:02 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Uci Sanusi Pane (50) seorang lelaki asal Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok warga saat hendak apel ke rumah pujaan hatinya. Aksi penganiayaan dilakukan sekelompok warga karena Uci berbuat onar saat mengetahui pujaan hatinya tidak ada di rumah ketika akan dia apeli.

"Benar ada kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya tewas. Saat ini anggota dari Reskrim sedang di lapangan," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, Selasa (30/11).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal saat Uci yang diduga sedang ada di bawah pengaruh minuman keras mendatangi perkampungan untuk mencari pujaan hatinya yang bernama Sunarti pada Selasa (30/11) dini hari.

Saat tiba di lokasi kampung yang dituju, ternyata Uci tidak mengetahui secara persis lokasi rumah Sunarti. Uci pun kemudian bertanya kepada salah seorang pemuda yang bernama Topa (33) warga sekitar yang kebetulan sedang melakukan kegiatan malam.

Topa saat itu langsung mengantarkan Uci ke rumah Sunarti yang dimaksudkan. "Saat sampai di rumah Sunarti, ternyata yang bersangkutan tidak ada. Korban mengira Sunarti disembunyikan oleh warga masyarakat, lalu kemudian dia mengamuk marah-marah sambil mengancam warga," ungkap Kapolres.

Di lokasi, Uci diketahui sempat berteriak-teriak dan bahkan akan mengancam membakar rumah Sunarti jika pujaan hatinya tidak ditemukan malam itu juga. Anggota Linmas setempat, menurut Kapolres sempat berusaha menenangkan Uci.

"Korban ternyata tidak bisa ditenangkan. Yang ada malah nantang-nantang warga masyarakat setempat, dan malah menyerang warga masyarakat yang menenangkannya. Utamanya dia malah ancam mau rusak rumah," jelasnya.

Karena aksi Uci tersebut, warga yang ada di lokasi pun terpancing emosinya sehingga kemudian melakukan aksi penganiayaan bersama-sama. Diduga aksi penganiayaan tersebut tidak hanya menggunakan tangan kosong saja, namun ada juga yang menggunakan benda tumpul.

Akibat aksi penganiayaan tersebut, Uci diketahui meninggal dunia. Petugas yang menerima informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi kejadian dan membawa Uci ke RSUD dr Soekardjo, namun saying nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Pihaknya, diakui Kapolres, saat ini sedang mengejar para terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Uci meninggal dunia. "Anggota sedang mengejar para pelaku," tutup Kapolres. (mdk/eko)

Baca juga:
Sudah 21 Orang, Tersangka Pengeroyokan Polisi oleh Pemuda Pancasila Bisa Bertambah
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Pengeroyokan Polisi adalah Anggota Biasa
Kasus Pengeroyokan Pemuda di Malang, Empat Orang Ditetapkan Tersangka
Dipicu Kopi Tumpah, Siswa SMA di Bandung Tewas Dikeroyok Tiga Pemuda
Perwira Polisi Dikeroyok Massa PP, Polda Metro akan Panggil Koordinator Aksi
Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pengeroyokan Pelajar SMK di Rangkasbitung hingga Tewas

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami