Nomor WhatsApp Bupati Karanganyar Dibajak, Pelaku Minta Uang ke Sejumlah Orang

Nomor WhatsApp Bupati Karanganyar Dibajak, Pelaku Minta Uang ke Sejumlah Orang
PERISTIWA | 2 September 2020 16:31 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Akun WhatsApp milik Bupati Karanganyar, Juliyatmono diretas oleh orang tak bertanggungjawab. Pelaku bahkan sempat menggunakan akun tersebut untuk meminta uang ke sejumlah orang secara acak. Tak ingin ada korban, Juliyatmono segera melaporkannya kepada Polres Karanganyar.

Kepada wartawan, Juliyatmono menjelaskan peretasan akun WhatsApp tersebut terjadi Selasa (1/9) kemarin. Saat itu ia menerima pesan dari orang tidak dikenal. Orang tersebut mengaku sebagai salah satu anggota DPR RI dari Partai Golkar. Orang tersebut juga mengaku salah satu ketua komisi di DPR RI.

“Inisialnya D. Kemudian di WhatsApp itu, ia mengatakan, akan dibuat WhatsApp grup Covid-19. Oleh karena kodenya nanti dimasukkan sebagai verifikasi,” ujar Juliyatmono, Rabu (2/9).

Pada awalnya Juliyatmono mengaku tidak menaruh curiga pada orang tersebut. Apalagi saat ini sedang dalam kondisi pandemi Covid-19, ia menduga grup tersebut akan bermanfaat. Namun, selang 2 jam kemudian, akun whatsapp miliknya sudah tidak dapat digunakan.

Beberapa saat kemudian, bupati mengaku menerima laporan bahwa akun whatsapp miliknya digunakan untuk meminta uang kepada orang secara acak dengan mengatasnamakan dirinya.

Setelah mengetahui akun whatsappnya diretas untuk disalahgunakan, ia langsung melakukan himbauan melalu akun facebook miliknya. Ia minta masyarakat mengabaikan berbagai bentuk pesan yang dikirim pelaku melalui akun whatsap miliknya.

“Kemudian ada satu, dua yang memunculkan, menggunakan nama saya, minta uang. Minta bantuan untuk dikirim uang ke rekening ini, rekening ini. Sore itu juga saya laporkan polisi. Ada beberapa rekening yang sudah masuk, dan supaya bukti transfer dari para korban ini kita pakai untuk memblokir rekening mereka,” tandasnya.

Bupati menambahkan, sudah ada dua orang yang mengirimkan uang ke rekening pelaku. Seorang korban mengirim yang sebanyak Rp 5 juta dan seorang korban lainnya Rp 3 juta. Kedua korban tersebut, lanjut dia, merupakan teman dari Kabupaten Rembang.

“Ini PR (pekerjaan rumah) juga untuk polisi, untuk bisa mencari tahu. Modus seperti ini kalau dibiarkan, saya khawatir korbannya akan semakin banyak,” katanya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satria mengaku, pihaknya sudah menerima laporan peretasan tersebut. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pelacakan sesuai dengan informasi yang berhasil dihimpun anggota Polres Karangnyar.

“Kami akan berupaya segera mengungkap kasus penipuan ini,” pungkas dia. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami