Normal 2 Jam, Cerita Pemudik Butuh 8 Jam dari Bekasi-Karawang

Normal 2 Jam, Cerita Pemudik Butuh 8 Jam dari Bekasi-Karawang
Sistem One Way di Tol Jakarta-Cikampek. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
NEWS | 30 April 2022 13:14 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kepadatan puncak arus mudik terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (29/4) tadi malam. Antrean hingga terjadi penumpukan kendaraan menjadi pemandangan di tiap ruas jalan menuju Tol TransJawa.

Wahyu Utomo, salah satu warga Jatiwarna, Bekasi mengungkapkan ia dan keluarganya butuh waktu 8 jam untuk sampai di Karawang.

"8 Jam Jatiwarna-Karawang," ungkap Wahyu mengawali perbincangan dengan merdeka.com, Sabtu (30/4).

Wahyu bertolak dari rumahnya sekira pukul 23.00 dengan harapan tidak terjebak macet berkepanjangan.

"Setengah 6 masih di Km 39 rest area di Cikarang. Subuhan di sana," ceritanya.

Padahal, di hari-hari biasa ia melintas dari rumahnya di Jatiwarna menuju Cikarang bisa ditempuh satu jam.

"Biasanya sejam kalau berangkat kantor ke Cikarang. Apalagi kalau lewat layang MBZ itu, satu setengah jam ke Karawang," katanya.

Macet berkepanjangan itu, kata Wahyu, dikarenakan ditutupnya layang MBZ. Sehingga, seluruh pengendara menumpuk di jalur bawah MBZ.

"Pas di KM 47 itu lumayan lancar. Karena kan memang kendaraan yang lewat situ itu semalam yaa yang mau mudik semua. Ke arah Jawa," katanya.

"Paling tersendat itu pas mau ke rest area atau pintu yang diterapin one way-gage itu," sambungnya.

Saat ini, Wahyu baru sampai Brebes. Diperkirakan malam nanti ia tiba di kota tujuan Kebumen, Jawa Tengah.

"Jatiwarna-Brebes 13 jam udah ini, ya ampun. Biasanya mah 5-6 jam juga udah sampe Brebes," tuturnya.

Baca juga:
Polisi Terapkan Skema Contraflow di Tol Trans Jawa
Jasa Marga: 1,3 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
KAI: 1,8 Juta Tiket KAI Ludes Terjual sampai H-2
Pemudik Sepeda Motor di Pelabuhan Merak Kelelahan
Puncak Arus Mudik Sudah Lewat, Volume Kendaraan di Tol Cikampek Masih Tinggi
Penampakan Antrean Pemudik Motor Mengular di Pelabuhan Merak

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini