Novel Baswedan akan Cerita Dalang Penyerangnya Asal Pelaku Lapangan Ditangkap

PERISTIWA | 20 Juni 2019 15:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan oleh kepolisian Polda Metro Jaya dan tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian atas kasus penyerangannya. Dia menyatakan, sepengamatannya tidak ada kemajuan yang tampak terkait pengungkapan perkara.

"Sebagaimana sesuai permintaan, saya sudah memberikan keterangan dan ternyata hal-hal yang ditanyakan kan tidak menunjukkan ada progres yang baru. Bahkan hampir semua keterangan yang saya sampaikan sama dengan pemeriksaan sebelumnya," tutur Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6).

Menurut Novel, dirinya juga berpengalaman menjadi seorang penyidik. Pola yang dilakukan Polda Metro Jaya dan tim gabungan dalam menangani kasusnya terbilang aneh dan malah membuat pusing jembatan pengungkapan kasus.

Apalagi dalam proses pembuktian, penyidik dan tim gabungan malah tidak fokus dalam satu masalah. Mereka terkesan berupaya menggabungkan puluhan perkara yang Novel tangani selama mengejar kasus-kasus di KPK, untuk menemukan motif penyerangan.

"Oleh karena itu, ketika siapapun pihak yang mengatakan bahwa menginginkan saya ceritakan soal motif, latar belakang, siapa oknum di belakang itu, dan lain-lain, saya selalu katakan lebih baik tangkap dulu pelaku lapangannya. Bukankah buktinya harusnya ada. Tapi ketika pelaku lapangan tidak ditangkap bicara motif, saya balik bertanya, dengan motif kalau saya sampaikan dan lain-lain, bukti, soal motif, apakah itu bisa membuktikan pelaku lapangan? Jawabannya pasti tidak," bebernya.

Terlebih, jika pengejaran dimulai dari motif dan bukti-bukti yang berasal dari Novel, pelaku justru dapat dengan mudah mengelak. Sebab itu, bukti di lapangan menjadi lebih penting untuk digunakan sebagai petunjuk pengejaran pelaku.

"Saya terus terang prihatin ketika bukti-bukti pentingnya menjadi tidak jelas. Yang seharusnya bukti-bukti penting itu menjadi indikator paling kuat untuk bisa menangkap pelaku lapangan, tentunya apabila itu terjadi itu adalah hal yang buruk sekali," kata Novel.

Penyidik dan tim gabungan juga mengaku mengalami kendala dalam menemukan titik terang pengungkapan pelaku lantaran minim bukti dan saksi di lapangan. Soal itu, Novel merasa bahwa kesulitan itu seakan-akan malah dibuat-buat sendiri.

"Barang kali gini, bahwa kalau kesulitan contohnya CCTV enggak diambil, itu kan kesulitan sekarang, menjadi kesulitan. Tapi harusnya saat itu diambil, tapi tidak dilakukan. Contohnya lagi bagaimana data-data pembuktian dengan menggunakan bukti-bukti IT yang harusnya dilakukan, tidak dilakukan. Apakah itu kesulitan, kalau kemudian dibiarkan sekian lama betul jadi kesulitan. Tapi masalahnya kenapa nggak diambil?" bebernya.

"Oleh karena itu, kalau pemeriksaannya begini saja, pengungkapannya tidak optimal. Saya yakin perkara ini akan menjadi cerita saja dan tidak pernah terungkap kapan pun. Walaupun saya menghormati tim ini. Semoga tim ini bersungguh-sungguh mengungkap ini," tutup Novel.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tim Pencari Fakta Kembali Periksa Novel Baswedan
TGPF Kapolri Sebut Pemeriksaan Novel Baswedan untuk Pendalaman
Juli, TGPF Akan Ungkap Temuan Kasus Novel Baswedan
Polisi Periksa Novel Baswedan di KPK Besok
Saut Situmorang Sumbang Sepeda Kesayangan Bagi Pengungkap Penyiram Novel
Jelang 800 Hari Kasus Novel Baswedan, Pimpinan KPK Sumbang Sepeda
IPW Sebut Internal KPK Terpecah, Ada Kubu Polisi India dan Polisi Taliban

(mdk/rnd)