Novel Baswedan: Isu Radikal-Taliban Dipakai Pendukung Koruptor untuk Menyerang KPK

Novel Baswedan: Isu Radikal-Taliban Dipakai Pendukung Koruptor untuk Menyerang KPK
Novel Baswedan Penuhi Panggilan Komisi Kejaksaan RI. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo
PERISTIWA | 25 Januari 2021 10:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Isu radikal dan taliban kembali dihembuskan beberapa pihak terhadap para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali bersuara terkait munculnya isu tersebut di lembaga antirasuah. Menurut Novel, isu tersebut sengaja dihembuskan oleh para pendukung koruptor.

"Isu radikal-taliban sudah sering digunakan oleh para pendukung koruptor. Padahal jelas isu itu tidak benar dan mengada-mengada," ujar Novel saat dikonfirmasi, Senin (25/1).

Isu radikal dan taliban di KPK bukan kali pertama muncul. Beberapa waktu lalu juga isu tersebut dihembuskan untuk menyerang beberapa penyidik KPK.

Menurut Novel, isu tersebut sengaja dimunculkan kembali karena ada kepentingan beberapa pihak yang merasa terganggu oleh kinerja KPK. Apalagi, KPK kini tengah menangani dua kasus besar di Kementerian Sosial dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kawan-kawan sudah bisa menandai bahwa bila isu itu dihembuskan, biasanya ada kepentingan mereka yang terganggu di KPK. Dan selama ini memang demikian, bila KPK sedang bekerja benar untuk perangi korupsi, maka mereka (para pendukung koruptor) menyerang menggunakan isu itu," kata Novel.

Novel berpandangan, isu radikal dan taliban sengaja dihembuskan lantaran dinilai efektif untuk menyerang KPK. Namun menurut Novel, masyarakat Indonesia bukanlah orang bodoh yang mampu termakan isu yang berujung fitnah.

"Yang menyedihkan beberapa waktu terakhir gunakan isu radikal-taliban dianggap mereka cukup efektif, karena cukup banyak orang yang termakan dengan isu tersebut," kata Novel.

"Tapi setelah sekian lama dan diulang-diulang penggunaan isu itu, rasanya masyarakat semakin paham bahwa upaya mengganggu dan menyerang pemberantasan korupsi dilakukan dengan segala cara, termasuk dengan cara membuat fitnah dan narasi-narasi seperti itu," kata Novel menambahkan.

Meski demikian, Novel enggan menyimpulkan isu radikal dan taliban kembali muncul untuk melumpuhkan penanganan kasus bansos Covid-19 di Kemensos dan kasus ekspor benur di KKP.

"Itu mesti diteliti lagi agar statementnya obyektif. Karena biasanya mereka tidak hanya melempar isu saja, tapi juga kondisikan agar seolah banyak dibahas. Termasuk gunakan robot medsos. Tapi itu ahli yang bisa jelaskan," kata Novel.

Reporter: Fachrur Rozie (mdk/ray)

Baca juga:
Ibunda Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Meninggal Dunia
KPK Perpanjang Penahanan Edhy Prabowo
KPK Periksa Swasta Penyuplai Isi Bansos Corona, Diduga Ketahui Praktik Culas Juliari
KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Pabrik Gula Jatiroto PT PN XI
Sandiaga Minta KPK Kawal Proyek Kemenparekraf

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami