Novel Ungkap Alasan Gabung jadi ASN Polri: Ingin Kembali ke KPK Berantas Korupsi

Novel Ungkap Alasan Gabung jadi ASN Polri: Ingin Kembali ke KPK Berantas Korupsi
Novel Baswedan Bersama Mantan Pegawai KPK. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 7 Desember 2021 14:11 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Novel Baswedan bersama 44 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalani uji kompetensi menjadi ASN Polri. Assesmen dilakukan di Gedung Transnasional Crime Center (TNCC) Mabes Polri.

Novel mengaku sengaja mengikuti uji kompetensi ASN Polri. Dia kecewa atas turunnya kepercayaan terhadap KPK karena korupsi semakin memperhatikan.

"Kenapa saya kemudian memutuskan untuk menerima menjadi ASN polri. Karena begini, kita tentunya semua prihatin ya melihat kondisi di mana korupsi itu banyak, masif, dan bahkan kalau kita perhatikan kawan-kawan media tentu memperhatikan semua beberapa kasus besar korupsi pun tidak tertangani dengan efektif," katanya di lokasi, Selasa (7/12).

Dia berpendapat, KPK yang semestinya adalah lembaga yang paling diandalkan untuk melakukan tugas memberantas korupsi ternyata semakin lama kinerjanya turun.

"kalau kita lihat survei yang terakhir, indeks kepercayaan masyarakat terhadap KPK juga paling rendah dalam sejarah," sambungnya.

Kendati demikian, dia tak menutup kemungkinan ingin kembali menjadi bagian KPK. Untuk itu, Novel dan kawan-kawan berasumsi dengan menjadi ASN Polri bisa membuka jalan kembali ke KPK.

"(Keinginan kembali ke KPK) Tentunya. Saya yakin ketika sekarang pegawai KPK adalah ASN tentunya dengan memilih menjadi ASN Polri, pada dasarnya suatu saat saya berkeinginan kawan-kawan yang punya semangat dan kompetensi keahlian yang benar-benar luar biasa serta memiliki integritas yang tinggi yang selama ini telah ditunjukkan. Pada saat tertentu bisa kembali ke KPK dalam rangka melakukan tugas memberantas korupsi yang sungguh dan serius," tegasnya.

Tujuan serupa disampaikan oleh Yudi Purnomo. Dia masih keinginan kembali untuk membangun kembali kepercayaan publik ke KPK.

"Intinya kalau saya pribadi bahwa pertama saya masih yakin bahwa saya bisa kembali ke KPK untuk bisa kembali membangun kepercayaan masyarakat kepada KPK," kata Yudi.

Yudi menegaskan, uji kompetensi ASN Polri ini menjadi bentuk komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas korupsi. Salah satu contohnya adalah keinginan Kapolri agar pegawai KPK yang dipecat membantu mengawasi dana Covid-19 dan proyek strategi pemerintah.

"Beliau ingin kita bangsa ini optimis terhadap pemberantasan korupsi, sehingga ingin merekrut kami. Sehingga kami akan fokus dalam penugasan yaitu pertama mengawasi dana Covid, proyek proyek strategis nasional kemudian yang terakhir dana pemulihan ekonomi nasional yang sangat kuat dan memang belum ada orang atau instansi yang mengawasi terhadap proyek strategis tersebut," ujar Yudi.

Sekadar informasi, sebanyak 44 dari 57 mantan pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menyatakan setuju untuk bergabung menjadi ASN Polri. Sementara delapan orang lainnya, memutuskan menolak. Sedangkan sisanya, hingga kini belum memberikan jawaban.

Baca juga:
Novel Baswedan Cs Ditugaskan Kapolri Mengawal Dana Covid-19
44 Mantan Pegawai KPK Jalani Uji Kompetensi ASN Polri
Bakal Balik ke Polri, Novel Baswedan Akui Awalnya Pilihan Sulit
IM57+ Nilai Keputusan Novel Cs Jadi ASN Polri juga Bagian dari Perjuangan
Novel Baswedan: Masalah Penyingkiran Pegawai KPK Bukan Berarti Selesai

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami