NU Minta Pemerintah Evaluasi Jarak Makam Jenazah Covid-19 dari Permukiman Warga

NU Minta Pemerintah Evaluasi Jarak Makam Jenazah Covid-19 dari Permukiman Warga
Pemakaman Pasien Positif Corona. Instagram/@evarahmisalama ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 4 April 2020 15:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas NU Peduli Covid-19, Muhamad Makky Zamzami menyarankan pemerintah memberikan saran penguburan jenazah dengan protokol Covid-19 agar ditempatkan 500 meter berjarak dari pemukiman warga. Sebab, menurut Makky, hal ini menjadi salah satu alasa pemicu penolakan, khususnya mereka yang bermukim di wilayah padat.

"Kami juga memberikan masukan terhadap pemerintah, dievaluasi mengenai jarak pemakaman agar 500 meter dari pemukiman. Ini perlu dipertimbangkan karena dalam daerah itu menjadi dasar terkait penolakan karena susah sekali cari pemakaman 500 meter dari warga, tidak semuanya tersedia," kata Makky di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (4/4).

Makky berharap protokol dijalankan satu pintu di bawah BNPB dan didetilkan di unit lain dan sehingga dalam menyampaikan komunikasi ke masyarakat bisa dengan bahasa dimengerti.

"Masyarakat agar tidak resah dan memahami situasi dan bersama membantu pencegahan penularan Covid-19 ini," kata dia.

Makky merasa prihatin saat banyak mendengar penolakan penguburan jenazah yang terindikasi Covid-19. Menurutnya jenazah haruslah dimuliakan, belum lagi mereka meninggal dikarenakan wabah yang tertular tanpa disengaja.

"Karena proses ini kita harus berempati kepada keluarga, jangan lakukan stigma, tapi motivasi bahwa jenazah dan almarhum termasuk golongan syahid," dia menandasi.

Sulitnya cari Makam Jauh Dari Warga

Informasi didapat Liputan6.com, untuk Jakarta khususnya di TPU Grogol Kemanggisan, diketahui lokasi pemukimannya berada tidak jauh dari makam.

Kedua lokasi tersebut hanya berjarak 2-3 meter dan tidak sampai seperti evaluasi dari PBNU yang ingin dilakukan sejauh 500 meter.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono (mdk/gil)

Baca juga:
Sempat Keluhkan Pelayanan RS di FB, PDP Hamil 6 Bulan Meninggal saat Dirujuk ke Medan
Cegah Penyebaran COVID-19, Gubernur Sumatera Utara Imbau Warganya Tidak Mudik
Gubernur Ungkap UKM Raup Untung dari Corona, NTB Tak Khawatir Masker Langka
PDP COVID-19 Asal Padangsidimpuan Meninggal di Medan, Ini Faktanya
AP II Pastikan Seluruh Bandara Tetap Beroperasi, Termasuk Layani Kargo Alat Medis

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami