Nusron sebut Jokowi ucapkan Al Fatekha karena terpengaruh logat Jawa

PERISTIWA | 9 Oktober 2018 14:42 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII tahun 2018 di Arena Utama, Kota Medan, Minggu (7/10) malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak tamu yang hadir untuk bersama-sama membacakan doa untuk korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Jokowi lalu menyebut surah Al Fatihah menjadi Al Fatekha. Akibatnya, ucapan Jokowi tersebut menjadi sorotan publik. Bahkan video sambutan Jokowi dalam acara MTQ itu sempat viral di media sosial.

Inisiator Relawan Nusantara, Nusron Wahid mengatakan seharusnya publik tidak mempersoalkan penyebutan surah Al Fatekha.

Mengenai perbedaan pelafalan, kata Nusron, merupakan hal yang wajar. Jokowi disebut hanya terpengaruh logat Jawa sehingga menyebut Al Fatihah menjadi Al Fatekha.

"Kadang orang Jawa bilang begitu. Nggak usah dipersoalkan," kata Nusron di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10).

Nusron menekankan, setiap daerah memiliki dialek berbeda dalam mengucapkan kalimat. Perbedaan aksen itu terkadang mempengaruhi pelafalan surah-surah dalam Alquran. Hal ini juga terjadi pada Jokowi yang terbiasa dengan dialek Jawa.

"Jadi menurut saya kalau ada yang mempersoalkan seperti itu, ya belum paham tentang anatomi multikulturalnya Indonesia, betapa luasnya aksentuasi bahasa di Indonesia ini," tuturnya. (mdk/ian)

Baca juga:
Masalah TKI hingga kelapa sawit dibahas Jokowi dengan Deputi PM Malaysia
Jokowi: Terima kasih atas bantuan Malaysia untuk gempa Lombok & Sulteng
Reaksi pemerintah Jokowi saat pertemuan IMF-World Bank dikritik buang-buang anggaran
Jawaban-jawaban Jokowi ketika ditanya isu PKI dan anti Islam
Wapres JK sebut gaya kepemimpinan Jokowi dan SBY berbeda
Hidayat sebut korban gempa NTB belum dapat Rp 50 juta yang dijanjikan Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.