Nyalon ketum PBNU, Gus Sholah mau matangkan organisasi & kaderisasi

Nyalon ketum PBNU, Gus Sholah mau matangkan organisasi & kaderisasi
PERISTIWA | 31 Juli 2015 15:19 Reporter : Mardani

Merdeka.com - Bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus bertambah. Kali ini, Salahudin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah menyatakan diri siap maju di Muktamar ke-33 NU, Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015.

Sejumlah agenda dan program akan dijalannya jika terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Agenda dan program tersebut secara umum memajukan dan meningkatkan peran Nahdatul Ulama dalam membangun bangsa.

Namun untuk bisa mewujudkan itu semua, cucu dari pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari ini bakal fokus dalam perbaikan organisasi dan kaderisasi.

"Saya ingin perbaikan organisasi yang baik, transparan, akuntabel, serta efektif. Kedua, saya lebih tekankan kaderisasi. Dua hal ini penting untuk menghidupkan NU sampai ke daerah," kata Gus Sholah, Jumat (31/7).

Adik mendiang Gus Dur ini menilai, sebagai organisasi Islam terbesar, NU seharusnya memiliki prioritas agar perannya semakin nyata untuk negara. Selama ini, katanya, NU sudah berhasil membantu sektor pendidikan di Tanah Air. Pembangunan universitas, pesantren, hingga madrasah menjadi peran nyata NU.

"Bagaimana usaha pendidikan itu berdiri sampai sekarang. Makanya diperlukan pematangan organisasi serta kaderisasi yang lebih baik," katanya.

Gus Sholah juga memiliki beberapa catatan dan keinginan besar terhadap NU ke depannya. Sebagai organisasi keagamaan, NU harus netral dan tidak berpolitik.

"NU pun harus bisa memajukan umatnya di bidang pendidikan dan ekonomi. Karenanya NU harus bisa membudayakan kewirausahaan di kalangan pondok pesantren sebagai bekal para santri untuk bisa mandiri," katanya.

Dia juga mengatakan, NU harus bisa membesarkan pondok pesantren yang menjadi tempat mencari ilmu dan pendirikan karakter bagi masyarakat, termasuk di dalamnya adalah kejujuran dan kesederhanaan. Karena, kata dia, hal itu adalah tameng dari korupsi.

"Dan yang terpenting, pengurus harus bermanfaat bagi NU bukan memanfaatkan NU untuk kepentingan pribadi atau golongannya," katanya.

Dia mengaku yakin bisa terpilih di Muktamar nanti. Hal itu dilihat dari meningkatnya dukungan pada dirinya.

"Insya Allah saya yakin," ujarnya. (mdk/dan)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5