Nyangkut di Atap, Balon Udara Nyaris Bakar Rumah Warga di Magetan

Nyangkut di Atap, Balon Udara Nyaris Bakar Rumah Warga di Magetan
PERISTIWA | 26 Mei 2020 16:57 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Sebuah balon udara berukuran besar tanpa awak mendarat di atap rumah warga di Magetan, Jawa Timur. Balon udara tersebut nyaris membuat rumah warga terbakar.

Kapolsek Magetan AKP Iin Pelangi mengatakan balon udara berukuran sekitar 8 meter tersebut menyangkut di atap rumah Juwono, warga Kompleks Perumahan Selosari, Kecamatan Magetan dalam keadaan pembakaran penghasil gas masih menyala sehingga bisa memicu kebakaran.

"Saya mengimbau warga Magetan dan sekitarnya untuk tidak menerbangkan balon udara. Tradisi menerbangkan balon udara saat Syawalan ini sudah tidak relevan lagi dilaksanakan. Lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya," ujar AKP Iin di Magetaan, Selasa (26/5).

Menurut dia, menerbangkan balon udara sangat membahayakan, apalagi jika jatuhnya di tempat permukiman ataupun tempat-tempat umum.

"Terlebih, di wilayah Magetan juga terdapat Pangkalan Udara Militer (Lanud) Iswahjudi, sehingga sangat mengganggu lalu lintas penerbangan," kata dia.

Adanya balon udara yang diduga dari luar Magetan itu cukup mengganggu kenyamanan dan ketentraman warga. Sebab saat jatuh di atap rumah warga di KPR Selosari Permai, api dalam balon masih menyala pada Minggu (24/5) malam.

Untungnya, balon udara bisa dievakuasi warga yang belum tertidur. "Kemarin untung segera tahu kalau ada balon udara yang menyangkut di atap. Kalau tidak, bisa terjadi kebakaran hebat karena apinya masih menyala. Terlebih rumah di komplek sini berdekatan sehingga rawan kebakaran," kata Juwono, pemilik rumah yang atapnya kejatuhan balon udara.

Kepolisian mengimbau agar warga tidak lagi menerbangkan balon udara saat Lebaran karena sangat membahayakan. Kini balon udara tersebut diamankan di kantor polisi setempat sebagai barang bukti.

Adapun, tradisi menerbangkan balon udara biasa dilakukan warga Ponorogo saat hari raya Idul Fitri. Pihak kepolisian dan pemda telah melarang tradisi tersebut karena membahayakan. Seperti diberitakan Antara. (mdk/rhm)

Baca juga:
Pelepasan Balon Udara Secara Liar Akan Dituntut Secara Hukum
Pilot Diminta Waspadai Gangguan Balon Udara di Sejumlah Wilayah Jateng
Balon Udara Ganggu Penerbangan di Bandara Solo
H+1 Lebaran, Enam Balon Udara Diamankan di Wonosobo
Festival Mondial Air Ballons, Ratusan Balon Udara Coba Pecahkan Rekor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5