OC Kaligis Sakit, Sidang Kasus Gugatan Korupsi Payment Gateway Imigrasi Ditunda

PERISTIWA | 11 Desember 2019 12:28 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang gugatan antara pengacara senior Otto Cornelis Kaligis dengan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya atas kasus korupsi payment gateway di Imigrasi Kemenkumham. Namun, sidang tersebut ditunda oleh Ketua Majelis Hakim Suswanti.

"Perkara 804, ini ada surat sakit dari principal tahanan tidak bisa hadir. Jadi, ini sidang akan kita tunda 3 minggu ke depan," kata Ketua Majelis Hakim Suswanti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Dengan demikian, sidang gugatan antara OC Kaligis dengan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya ditunda hingga 8 Januari 2020 mendatang. Untuk agendanya nanti masih sama yakni pemeriksaan bukti awal yang diajukan OC Kaligis.

"Agenda masih acara bukti awal dari pihak pemohon," ujarnya.

Sebelumnya, OC Kaligis meminta Majelis Hakim untuk menolak seluruh eksepsi terkait kasus Payment Gateway Imigrasi Kemenkum HAM. Hal ini ia sampaikan saat mengajukan replik.

"Kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan menolak seluruh eksepsi Tergugat I (Bareskrim Polri)," kata Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

1 dari 1 halaman

OC Kaligis Ajukan 97 Saksi

Selain itu, dalam kasus ini juga OC Kaligis mengajukan 97 orang saksi dan 7 orang ahli serta keterangan dari Denny Indrayana.

"Kemudian dari bagian keuangan, melanggar korupsi pasal 2 pasal 3. Saya ingin tahu, ini di petisinya seperti apa? Di Bu Lisa atau di kejaksaan. Karena waktu itu kejaksaan kelihatannya ogah untuk meluruskan perkara ini," ujarnya.

"Sedangkan kalau di KPK, 2 saksi saja sudah masuk. Ini 90 saksi loh. Jadi kesimpulannya dari gelar perkara polisi bukan saya. Pasal 2 dan pasal 3 itu mengenai Tipikor. Menguntungkan orang lain atau diri sendiri," sambungnya.

Bukan hanya itu, ia pun mengaku tak mengambil uang negara sedikit pun. Oleh karena itu, kasus ini ia majukan dalam prosesnya.

"Sekarang kan kita majukan proses ini, karena dia kan paling getol mengatakan kita ini koruptor. Padahal dia sendiri apa, sedangkan banyak orang yang dimajukan KPK belum tentu merugikan keuangan negara. Saya 1 sen pun enggak ada uang negara saya ambil," ucapnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Polisi Serahkan Bukti Kasus Korupsi Payment Gateway ke PN Jaksel
Denny Indrayana minta tambahan 5 saksi ahli diperiksa Bareskrim
Denny Indrayana tiba-tiba datangi Bareskrim Polri
Sambangi Bareskrim, Denny Indrayana diperiksa kasus Payment Gateway
KPK akan eksekusi putusan MA soal uang pengganti dan denda Anas
Kasus Denny Indrayana, Bareskrim tunggu hasil audit akhir BPK

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.