Ogah temui Tim Sinkronisasi, Djarot bilang 'bukan bagian birokrasi'

PERISTIWA | 5 Juni 2017 11:57 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengatakan tidak akan menemui tim sinkronisasi bentukan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan. Penolakan itu lantaran Djarot merasa mereka bukan bagian dari birokrasi.

"Kalau saya engga ketemu, saya bertemunya dengan Pak Anies-Sandi, tim sinkronisasi kan bukan bagian dari birokrasi, semacam membantu lah," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (5/6).

Walau begitu, mantan Walikota Blitar ini mengatakan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih ini dapat memasukkan program unggulan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018.

"Kalau di 2018, silakan, tetapi jangan kemudian mengganggu proses yang sudah berjalan karena prosesnya kan sudah 3/4, makanya tim sinkronisasi kan,"ujarnya.

Djarot juga mengatakan untuk tahapan APBD Perubahan 2017 sudah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Dalam tahap ini program Anies-Sandi tidak akan masuk dalam APBD Perubahan 2017.

"Beberapa waktu yang lalu ketemu sama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), nanti untuk pembahasan di DPRD otomatis mereka engga bisa masuk, kalo yang masuk komisi fraksi, dan kita, jadi tim anggaran legislatif dan eksekutif," terangnya.

(mdk/ang)