Ojek pangkalan sweeping dan bakar atribut pengemudi GO-JEK

PERISTIWA | 14 Mei 2017 21:32 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Ojek pangkalan yang tergabung dalam Persatuan Ojek Kota Bandarlampung (Pokbal) membakar atribut pengemudi GO-JEK, karena dinilai melanggar kesepakatan bersama.

"Kami melakukan sweeping karena GO-JEK telah melanggar aturan lebih dahulu," kata Ketua Pokbal Albert di Bandarlampung, Minggu (14/5). Dikutip dari Antara.

Pengemudi GO-JEK dituding melanggar kesepakatan yang dibuat awal April 2017. Dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa pengemudi GO-JEK harus mengambil penumpang dari jarak lebih dari 20 meter dari pangkalan ojek konvensional.

"Seharusnya mereka tidak boleh mengambil penumpang dekat dengan pangkalan ojek kami," kata dia.

Albert menuding alasan pihaknya sweeping lantaran dugaan pengemudi GO-JEK yang merusak pangkalan ojek konvensional.

"Kami tidak akan mengganggu karena sama-sama mencari nafkah untuk makan, tapi kami marah karena diganggu lebih dahulu," katanya.

Hal senada disampaikan Ari,

Pengemudi ojek konvensional lainnya, Ari menuturkan selama ada GO-JEK pendapatannya berkurang.

"Pendapatan kami berkurang semenjak ada mereka, seharusnya dalam sehari bisa empat sampai lima penumpang ini hanya satu sampai dua," kata dia.

Ia mengatakan, tidak marah jika memang dalam mencari nafkah mengikuti aturan yang disepakati.

Berdasarkan pantauan di sejumlah jalan, anggota Pokbal melakukan sweeping sekaligus memaksa pengemudi GO-JEK melepaskan atribut miliknya. (mdk/cob)

Baca juga:

Serikat Pekerja Metal ikut demo driver ojek online

Ratusan pengemudi ojek online geruduk Kemenhub dan Istana

Menhub hati-hati bikin regulasi ojek online

Pemda Bekasi rumuskan pembuatan aplikasi ojek pangkalan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.