Ombudsman Nilai Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan oleh Bupati Ogan Ilir Maladministrasi

Ombudsman Nilai Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan oleh Bupati Ogan Ilir Maladministrasi
PERISTIWA | 5 Juli 2020 01:03 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Kasus pemecatan 109 tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dilakukan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam beberapa bulan lalu berlanjut ke babak baru. Dari hasil pemeriksaan, Ombudsman menemukan maladministrasi dalam pemecatan itu.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan M Adrian Agustiansyah mengungkapkan, investigasi dilakukan selama satu bulan dengan memeriksa dan meminta klarifikasi terhadap tenaga kesehatan yang dipecat, PPNI Sumsel, Ketua DPRD Ogan Ilir, Kabag Hukum Setda Ogan Ilir, Direktur RSUD Ogan Ilir, dan Bupati Ogan Ilir.

Kesimpulannya terjadi maladministrasi yang dilakukan Bupati Ogan Ilir berupa penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan prosedur.

"Tim pemeriksa Ombudsman Sumsel telah mengumpulkan barang bukti yang valid mengarah pada pemberhentian 109 tenaga kesehatan RSUD yang dilakukan Bupati Ogan Ilir telah terjadi maladministrasi seperti yang disangkakan," ungkap Adrian, Sabtu (4/7).

Dikatakannya, sebagaimana Peraturan Ombudsman Nomor 26 Tahun 2017 tentang tata cara penerimaan, pemeriksaan dan penyelesaian laporan yang dilakukan akan disusun dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP). Jika ada unsur maladministrasi maka akan dilakukan tindakan korektif bagi Bupati Ogan Ilir selama 30 hari untuk dipatuhi dan dilaksanakan.

"Jika tidak dijalankan, kami akan meneruskan LAHP ke Ombudsman RI untuk dilakukan penguatan menjadi rekomendasi yang sifatnya final dan mengikat," tegasnya.

Dalam Pasal 351 ayat (4) dan (5) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah disebutkan, kepala daerah wajib melaksanakan rekomendasi Ombudsman sebagai tindak lanjut pengaduan masyarakat. Sanksinya berupa pembinaan khusus pendalaman bidang pemerintahan yang dilaksanakan oleh kementerian serta tugas dan kewenangan kepala daerah dilaksanakan oleh wakil kepala daerah atau pejabat yang ditunjuk.

"Secara lengkap akan dipaparkan pada saat penyerahan LAHP kepada terlapor atau Bupati Ogan Ilir pada pertengahan bulan ini," kata dia.

Diketahui, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam memecat 109 tenaga kesehatan di RSUD setempat berdasarkan Surat Keputusan Nomor 191/KEP/RSUD/2020. Mereka dipecat dengan alasan tidak bekerja alias bolos selama lima hari berturut-turut.

Sebelum dipecat, ratusan tenaga medis itu menyampaikan beberapa tuntutan, yakni penyediaan alat pelindung diri (APD) berstandar, insentif dan rumah singgah. Tuntutan ini diklaim pihak rumah sakit telah direalisasikan. (mdk/cob)

Baca juga:
DPR Minta Bupati Ogan Ilir Duduk Bareng Cari Solusi Atas Pemecatan 109 Tenaga Medis
109 Orang di Ogan Ilir Dipecat, Gubernur Sumsel Pastikan Tak Kekurangan Tenaga Medis
Pecat 109 Tenaga Kesehatan, Bupati Ogan Ilir Segera Diperiksa Ombudsman
DPRD Nilai Pemecatan 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Langgar Komitmen
Tuntut SK Tugas Covid-19, 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Malah Dipecat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami