Operasi Lilin 2021: Angka Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas Naik Dibanding 2020

Operasi Lilin 2021: Angka Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas Naik Dibanding 2020
Polisi Berjaga di Jalan Tol. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 2 Januari 2022 18:33 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selesai menggelar operasi lilin 2021 pengamanan Natal dan Tahun Baru 2022. Operasi ini digelar mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Dalam pelaksanaan operasi, Polri menyebut tren jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dibanding operasi lilin 2020.

Berdasarkan data, tercatat hingga hari kesembilan ada 772 angka kecelakaan terjadi pada operasi lilin 2021. Pada operasi lilin 2020, tercatat 529 angka kecelakaan. Angka ini meningkat sebesar 31 persen.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, meskipun angka kecelakaan meningkat, angka kematian karena kecelakaan pada operasi lilin 2021 mengalami penurunan sebesar 19 persen.

Pada operasi lilin 2020, angka meninggal dunia tercatat sebanyak 88 orang, sementara pada operasi lilin 2021 ada 74 orang meninggal dunia.

"Angka luka berat pada operasi lilin 2021 dan operasi lilin 2020 sama yaitu 74 orang," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (2/1). (mdk/noe)

Baca juga:
Taman Fatahillah dan Perkampungan Setu Babakan Ditutup Hingga 2 Desember 2022
Cuaca Jakarta di Hari Pertama 2022 Diprakirakan Cerah
Langgar Jam Operasional Malam Tahun Baru, Food Street PIK Dibubarkan Polisi

Sementara jumlah korban luka ringan pada operasi lilin 2021 mengalami penurunan sebesar 10 persen dibanding operasi lilin 2020. Pada operasi lilin 2021 tercatat 990 orang luka ringan dan operasi lilin 2020 ada 1.091 orang.

Untuk angka pelanggaran lalu lintas, pada operasi lilin 2021 sebanyak 8.930 kendaraan diberi tindakan penilangan. Angka ini meningkat sebesar 58 persen dibanding operasi lilin 2020 di mana sebanyak 3.768 kendaraan ditilang.

"Peningkatan juga terjadi terkait teguran pelanggaran lalu lintas. Pada operasi lilin 2021, sebanyak 68.572 kendaraan mendapatkan teguran. Sementara pada operasi lilin 2020 sebanyak 20.395 kendaraan mendapatkan teguran," katanya.

Baca juga:
Antisipasi Kamtibmas di Solo Raya, Kapolda Jateng Minta Polisi Awasi Perguruan Silat
H-2 Tahun Baru, 166.200 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Harapan Wagub DKI Jakarta di Tahun 2022

Sedangkan untuk tren gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, juga mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Dari lima kejahatan yang menonjol pada operasi lilin 2021, yang meningkat yakni pencurian dengan pemberatan. Tercatat pada operasi lilin 2021 terjadi 603 kasus pencurian dengan pemberatan. Pada operasi lilin 2020 terjadi 545 kasus pencurian dengan pemberatan.

"Kasus kejahatan narkotika, penggelapan dan kejahatan dunia maya mengalami penurunan. Sementara kasus pencurian kendaraan motor (curanmor) angkanya sama," ujarnya.

Jumlah Kendaraan Lewat Tol

Sementara untuk volume arus lalu lintas di empat gerbang tol keluar masuk Jakarta yaitu Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi Utama dan Cikupa Utama, tercatat tertinggi terjadi pada Minggu, 26 Desember 2021 yaitu 307.695 kendaraan.

"Adapun selama sembilan hari pelaksanaan operasi lilin 2021, tercatat sebanyak 2.139.131 kendaraan melewati empat gerbang tol utama," katanya.

Baca juga:
Libur Tahun Baru, 15.741 Pengunjung Meramaikan TMII
Suasana Ancol saat Batasi Jam Operasional Selama Libur Tahun Baru
Libur Tahun Baru, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Capai 12.283 Orang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami