Orang-orang Jokowi di Lingkaran BUMN

PERISTIWA | 23 Januari 2020 06:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Semenjak Erick Thohir menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perombakan jabatan penting di sejumlah perusahaan BUMN gencar dilakukan. Bukan tanpa alasan hal itu dilakukannya. Menurut Erick, ada dua alasan direksi dan komisaris dicopot dari jabatannya.

Pertama, karena key performance indicator (KPI) tidak tercapai. Kedua, pengurus perusahaan itu menyalahi tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Contohnya mempercantik laporan keuangan atau window dressing.

Usai perombakan, orang-orang baru dipilih untuk menduduki posisi penting di perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut. Pada Pilpres lalu, orang-orang tersebut diketahui menjadi pendukung Jokowi. Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Yenny Wahid

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (22/1), Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid didapuk menjadi Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero).

Pada Pilpres 2019, Yenny Wahid memutuskan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun begitu, Yenny tak masuk tim sukses Jokowi, tapi Yenny turut aktif turun langsung untuk kampanyekan Jokowi saat Pilpres lalu.

"Kami menyatakan mendukung pasangan nomor satu Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Yenny pada 26 September 2019 lalu.

2 dari 4 halaman

Triawan Munaf

Selanjutnya ada Triawan Munaf yang diangkat menjadi Komisaris Utama PT Garuda Indonesia. Triawan adalah mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) era Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Pada Pilpres 2019 lalu, Triawan juga masuk dalam tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin.

3 dari 4 halaman

Basuki Tjahaja Purnama

Kemudian ada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ditunjuk sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina, Senin (23/12/2019) lalu.

Ahok bisa dikatakan dekat dengan Presiden Jokowi. Sebab Ahok mendampingi Jokowi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Kemudian ia menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden pada 2014.

Sama dengan Jokowi, Ahok juga merupakan kader PDIP.

4 dari 4 halaman

Pataniari Siahaan

Sebelumnya ada juga pendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 silam yang mendapat jabatan di perusahaan pelat merah. Salah satunya, Pataniari Siahaan sejak tahun 2016.

Kemudian pada tanggal 30 Maret 2017 mendapat penugasan khusus sebagai Ketua Komite Audit. Pataniari merupakan politikus PDI Perjuangan yang juga mengusung Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 silam. Pada pemilu legislatif 2014, Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini gagal melaju menjadi anggota DPR-RI. Pataniari juga tak memiliki rekam jejak di dunia perbankan. (mdk/dan)

Baca juga:
Tumbuh 2,5 Persen, BNI Catatkan Laba 2019 Rp15,38 Triliun
Sepak Terjang Irfan Setiaputra, Dirut Baru Garuda Indonesia
Fakta Menarik Seputar Pimpinan Baru Garuda Indonesia Hingga Pesan Unik Menteri Erick
Irfan Nilai Dirinya 'Gila' Mau Jabat Dirut Garuda Indonesia
TSG Global Holdings Gandeng 10 Perusahaan Indonesia Garap Megaproyek di Kongo
Direksi Baru Garuda Indonesia Diminta Maksimalkan Rute Penerbangan Internasional

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.