Orang tua Ima: Anak saya memang ke mana-mana diajak Presiden Obama

PERISTIWA » MALANG | 25 Juli 2016 18:52 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Wajah Turio (55) dan Alima (50) berseri-seri saat ditunjukkan foto putrinya, Ima Matul Maisaroh (33), dari ponsel. Pada foto itu, Ima tengah berbincang hangat dan berpelukan dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

"Nggih niku larene, yogo kulo. (Ya itu anaknya, itu anak saya)," kata Alima dan Turio di ruang tamu rumahnya, Senin (25/7).

Tidak ada selembar foto Ima bisa ditunjukkan dalam rumah itu. Meski begitu, dia yakin bahwa gambar ditunjukkan kepadanya putrinya. Keduanya pun menceritakan tentang masa lalu putrinya yang kini tengah berada di Amerika Serikat.

"Mboten gadah fotonipun, niku namung yogo-yogone (Tidak ada fotonya, itu cuma anak-anaknya Ima)," kata Turio.

Turio dan Alima tinggal di Dusun Krajan RT 24/ RW 03, Desa Kanigoro, Kecamatan Pangelaran, Kabupaten Malang, yang juga tempat kelahiran Ima. Alamat tersebut mengalami pengembangan, yang semula masuk wilayah Kecamatan Gondanglegi sekarang ikut Kecamatan Pagelaran.

Sehari-hari, Turio dan Alima bekerja sebagai petani sayur-sayuran. Keduanya mengaku bangga dengan kesuksesan putrinya. Walaupun keduanya mengaku tidak tahu pasti tentang kiprah dan perjalanan putrinya hingga menjadi orang dekat Obama.

"Katanya ke mana-mana diajak Presiden, tidak tahu kerjanya apa pokoknya di kantor. Kerjanya menolong orang yang terlantar di sana," kata Alima.

Ima, kata Turio, baru tiga kali pulang ke Indonesia sejak 1997, tetapi setiap saat sering telepon keluarga. Telepon terakhir diterimanya saat Ramadan menjelang Idul Fitri lalu.

Pertama kali pulang setelah 14 tahun kepergiannya yakni sekitar 2011. Kemudian sekitar dua tahun lalu, pulang untuk diboyong anak-anaknya ke AS.

"Saya pernah diminta ke Jakarta untuk menemui tapi tidak bisa karena adiknya kecelakaan di sini. Katanya saat itu sedang dapat tugas menemui Menteri Khofifah," kisah Turio.

Ima Matul Maisaroh merupakan salah satu penasehat Barack Obama dalam urusan Traficking (perdagangan manusia). Dia didaulat berpidato di depan puluhan ribu delegasi dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Bersama belasan senator dan pembicara bergengsi lainnya, Ima tampil di panggung utama Stadion Wells Fargo, pada Selasa (26/7).

Ima sendiri merupakan anak pertama, disusul adik-adiknya, Daulatus Saadah dan Haris Susana. Dalam perjalanan karirnya, Ia menjadi seorang pekerja rumah tangga (PRT) dan sempat kabur dari rumah majikannya. (mdk/ang)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.