Orangutan Ditemukan dengan 24 Luka Tembak Hingga Kedua Mata Buta

PERISTIWA | 28 November 2019 16:57 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Satu orang utan Sumatera (Pongo abelii) yang ditembaki 24 peluru senapan angin di tubuhnya mengalami kebutaan. Saat ini orang utan berusia sekitar 25 tahun yang diberi nama Paguh, menjalani perawatan intensif di Stasiun Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit, Sumatera Utara.

Dokter Hewan YEL-SOCP drh Meuthya Sr mengatakan, dari hasil pemeriksaan X-Ray ditemukan 24 peluru di tubuh Paguh.

"Dengan rincian 16 di bagian kepala, empat di bagian kaki dan tangan, tiga di bagian panggul dan satu di bagian perut," ujarnya, Kamis (28/11). Dikutip dari Antara.

Dia menyebutkan, tidak hanya mengalami luka tembak, dari hasil pemeriksaan kesehatan, kedua matanya Paguh mengalami kebutaan.

"Kedua mata Paguh buta. Bola mata kanan tampak merah, sedangkan bola mata kiri keruh. Diduga karena cedera yang terjadi lebih dahulu dibanding bola mata kanan," ujarnya.

Paguh ditemukan dengan kondisi kritis di Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan. Sebanyak 24 peluru senapan angin ditemukan bersarang di tubuhnya.

Orang utan berusia sekitar 25 tahun yang diberi nama Paguh ini ditemukan pertama kali oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Aceh saat berpatroli. (mdk/cob)

Baca juga:
Orangutan Ditemukan Sekarat di Kebun Sawit Kalteng, 70 Peluru Bersarang di Tubuh
Orangutan Masuk 'Turun Gunung' Bikin Resah Warga di Aceh Selatan
Nasib Tragis Para Hewan Akibat Kebakaran Hutan Ulah Manusia
Pembalakan Liar dan Karhutla Ancam Rehabilitasi Orangutan di Ibu Kota Baru
Selamatkan Diri dari Kebakaran Hutan, Orangutan Masuk ke Kebun Warga di Kalteng
Kabut Asap, Orangutan Kalimantan Terserang Infeksi Saluran Pernapasan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.